JAKARTA, – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi pernyataan terbuka soal ajakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara untuk berangkat ke China guna membahas restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.Purbaya menyatakan kesediaannya mengikuti pembicaraan itu selama biaya perjalanannya ditanggung Danantara.“Katanya Rosan mau bawa saya, katanya. Oh besok mau ketemu Rosan, asal dia yang bayar saja pas ke sananya,” ujar Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu .Baca juga: Rosan dan Purbaya Siap Terbang ke China Bahas Utang WhooshNegosiasi utang Whoosh masuk tahap baru. Total kewajiban proyek mencapai Rp 120,38 triliun. Sekitar 75 persen pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank dengan bunga 2 persen per tahun.Estimasi investasi awal sebesar 6 miliar dollar AS membengkak menjadi 7,2 miliar dollar AS. Kenaikan biaya itu menambah cost overrun sebesar 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 20 triliun.Pembayaran kelebihan biaya disepakati dengan skema 60 persen ditanggung konsorsium Indonesia dan 40 persen oleh konsorsium China.Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan komitmen pemerintah membayar kewajiban Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun per tahun. Pernyataan itu kembali membuka opsi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.Purbaya menegaskan keputusan akhir menunggu hasil negosiasi dengan China. Purbaya menilai kepentingan utama ialah memastikan kesepakatan tidak merugikan Indonesia.“Kita mendukung semua sesuai dengan, tentu pemerintah solid, sama. Intinya kita ingin melakukan perbaikan terhadap kondisi keuangan Whoosh. Tapi kan tidak bisa instan hari ini diumumkan, langsung besok selesai. Kita kaji point of negosiasi kita seperti apa,” paparnya.Baca juga: Di Balik 30 Menit Purbaya Temui Bahlil, Ulik Kuota LPG Jelang NataruDony Oskaria selaku Chief Operating Officer Danantara menyampaikan delegasi Indonesia dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono.Tanggal keberangkatan belum ditetapkan. Dony menyebut pembicaraan di Beijing tidak dilakukan tahun ini karena pemerintah perlu menyiapkan posisi negosiasi secara matang.“Saya rasa kan sudah disampaikan juga oleh Pak Menkeu. Kita mendukung semua sesuai dengan, tentu pemerintah solid, sama. Intinya kita ingin melakukan perbaikan terhadap kondisi keuangan Whoosh. Tapi kan tidak bisa instan hari ini diumumkan, langsung besok selesai. Kita kaji point of negosiasi kita seperti apa,” kata Dony.Rosan Perkasa Roeslani memberi sinyal bahwa ia dan Purbaya turun langsung pada tahap final setelah tim pendahulu bekerja lebih dahulu di China.Koordinasi dengan Kementerian Keuangan terus dilakukan agar proposal negosiasi selesai dengan struktur yang solid.“Kami terus berkomunikasi dengan Pak Purbaya. Kami sudah duduk bersama untuk memastikan bahwa ketika ke China nanti, proposal yang dibawa sudah matang,” kata Rosan di sela Kompas100 CEO Forum di ICE BSD.
(prf/ega)
Menkeu Purbaya Siap Terbang ke China Bahas Utang Whoosh, Asal Danantara yang Bayar
2026-01-11 23:38:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:48
| 2026-01-11 22:23
| 2026-01-11 22:09
| 2026-01-11 21:54
| 2026-01-11 21:11










































