Tidak Disarankan Flushing Oli Matic Pakai Mesin, Sebaiknya Dibongkar

2026-01-12 03:12:51
Tidak Disarankan Flushing Oli Matic Pakai Mesin, Sebaiknya Dibongkar
JAKARTA, - Sebagian orang menyarankan untuk menguras oli transmisi secara berkala. Sehingga, transmisi matik tetap terjaga performanya.Dengan adanya kemajuan teknologi, menguras oli transmisi menjadi lebih mudah dengan menggunakan mesin khusus. Mesin tersebut dinamakan ATF Changer.Baca juga: Ini Alasan Mobil Bekas Transmisi Manual Lebih Murah dari MatikPrijodie Amdhani, punggawa bengkel spesialis transmisi JMW Motor Werke, mengatakan, menguras oli transmisi menggunakan mesin khusus menurutnya terlalu memaksakan oli bersirkulasi.kompas.com/nanda Transmisi matik"Karena dipompa kan. Karena kan kualitas inner part, di dalam kita enggak tahu (kondisinya). Paling benar bagaimana? Buka dek, buka filter, cuci manual," ujar Jodie, kepada Kompas.com, saat ditemui di bengkelnya, di Pasar Segar Cinere, Depok, belum lama ini."Kalau saya, saya buka, saya cuci. Magnetnya saya bersihkan, body valve, filter body valve juga dibersihkan. Memang harus turun," kata Jodie.Baca juga: Alasan Jetour Tidak Beri Opsi Transmisi Manual pada T2Menurut Jodie, banyak bengkel yang tidak mau melakukan itu, karena mungkin sebenarnya tidak cara kerja transmisi matik, CVT, dan sejenisnya.kompas.com Ilustrasi ala t flushing transmisi."Kenapa orang enggak lakuin itu? Mereka takut. Karena apa? Mereka tidak profesional, mereka bukan spesialis. Mereka cuma mengerti cara flushing begini," ujarnya.Elin Estanto, Pemilik GK Auto Service Gunung Kidul mengatakan metode penggantian oli matik khususnya ATF bagus hasilnya, tapi ada kelemahannya juga bila salah caranya.“Flushing menggunakan ATF Changer kan sama saja mengalirkan oli dari transmisi menuju ke bak penampungan oli bekas, kecepatan laju oli ini sesuai dengan besarnya tekanan balik oli,” ujar Elin, kepada Kompas.com, dalam kesempatan terpisah, beberapa waktu lalu.kompas.com/nanda Transmisi matik“Tombol pengisian ATF baru kan dioperasikan oleh mekanik, sehingga bila sampai tidak pas atau ditinggal untuk aktivitas lain maka berpotensi membuat oli di dalam transmisi kurang, ini berbahaya,” kata Elin.Elin mengatakan dampak buruknya kampas kopling bisa aus bila level olinya kurang. Itu sebabnya, perlu dipastikan setelah mengisi oli matik levelnya sudah cukup.


(prf/ega)