Buntut Kasus Nenek Elina, Eri Cahyadi Imbau Warga Jaga Kerukunan di Surabaya

2026-01-12 07:04:45
Buntut Kasus Nenek Elina, Eri Cahyadi Imbau Warga Jaga Kerukunan di Surabaya
SURABAYA, - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau agar masyarakat saling menjaga kerukunan pasca kasus pengusiran nenek Elina Widjajanti (80), yang menyeret salah satu nama organisasi masyarakat (ormas).Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana mengadakan pertemuan dengan seluruh suku maupun ormas pada awal Januari 2026 mendatang.Pertemuan itu, menurut dia, untuk menumbuhkan kesadaran kerukunan antar kelompok di Surabaya. Sebab, Eri menyebut, perbedaan bukan alasan untuk menumbuhkan konflik.“Kita harus menjaga persatuan dan kerukunan. Jangan biarkan perbedaan dijadikan alasan untuk memecah belah masyarakat,” kata Eri melalui rilis persnya, Senin .Baca juga: Eri Cahyadi Bentuk Pasukan Khusus Atasi Preman Buntut Nenek Elina DisiksaEri mengatakan, penyelesaian konflik seharusnya berlandaskan hukum yang berlaku. Oleh karenanya, dia berharap masyarakat menyerahkan perkara Nenek Elina ke aparat kepolisian.“Warga yang mencintai Kota Surabaya pasti akan membantu menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah,” ujar Eri Cahyadi.“Apa pun status kepemilikan rumah tersebut, jika ada sengketa penyelesaiannya harus melalui proses hukum. Negara kita adalah negara hukum, dan semua pihak harus menghormatinya,” katanya lagi.Diberitakan sebelumnya, kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, menyebut bahwa kliennya diusir secara paksa dari rumahnya yang berada di Dukuh Kuwukan, Lontar, Sambikerep, Surabaya.“Kurang lebih ada 20 sampai 30 orang yang datang dan melakukan pengusiran secara paksa. Ini jelas eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan,” kata Wellem pada Rabu, 24 Desember 2025.Baca juga: Kasus Rumah Nenek Elina Memanas, Armuji Bantah Perintah Demo ke Ormas MadasWellem menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat Elina menolak keluar rumah.Namun, lansia tersebut justru ditarik dan diangkat secara paksa oleh empat hingga lima orang demi mengosongkan bangunan.Saat kejadian, di dalam rumah juga terdapat balita berusia lima tahun, bayi 1,5 bulan, serta ibu dan lansia lainnya.“Korban ditarik, diangkat, lalu dikeluarkan dari rumah. Ada saksi dan videonya. Nenek ini sampai bibirnya berdarah,” ujar Wellem.Baca juga: Nenek Elina Diusir Ormas dari Rumahnya, Eri Cahyadi: Harus Ada Kejelasan Hukum...


(prf/ega)