ASDP Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Selat Bali, Gelombang Capai 2,5 Meter

2026-01-13 00:47:58
ASDP Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Selat Bali, Gelombang Capai 2,5 Meter
BANYUWANGI, - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengingatkan pengguna jasa untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur penyeberangan Jawa-Bali.Peringatan tersebut dikeluarkan seiring potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia, khususnya Selat Bali.Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengurai bahwa berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per 21 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, bibit Siklon Tropis 93S terpantau mengalami penguatan dan berpotensi meningkat jadi Siklon Tropis kategori 2.Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Nataru, ASDP Operasikan 6 Kapal Jalur Ambon-Pulau SeramHal itu diprediksi berdampak langsung terhadap dinamika cuaca dan gelombang laut di sejumlah wilayah perairan nasional, termasuk Selat Sunda dan Selat Bali."Karena itu kami mengimbau pengguna jasa untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, mohon untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan penyeberangan,” kata Heru, Senin .Penguatan sistem cuaca ini tidak hanya memicu hujan dan angin kencang di daratan tetapi juga berpotensi menyebabkan gelombang laut kategori sedang atau moderate sea dengan ketinggian hingga 2,5 meter.Situasi tersebut dapat mempengaruhi kelancaran operasional pelayaran dan keselamatan pengguna jasa, khususnya kapal-kapal penyeberangan yang melayani lintasan padat selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).Baca juga: ASDP Jelaskan Penyebab Antrean Kendaraan di Pelabuhan Merak Jelang Libur Akhir TahunDi sisi lain, ASDP terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan memperkuat kesiapsiagaan operasional di pelabuhan maupun di atas kapal.Heru juga mengajak pengguna jasa untuk berperan aktif menjaga keselamatan bersama dengan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan."Kami mengharapkan kerja sama seluruh pengguna jasa. Ikuti petunjuk petugas selama berada di area pelabuhan dan kapal, serta bersedia menunda perjalanan apabila cuaca dinilai tidak aman untuk menyeberang,” tandasnya.Sementara itu, ASDP mencatat arus dari Jawa menuju Bali juga mengalami peningkatan di mana kendaraan roda dua yang menyeberang pada H-4 mencapai 2.107 unit atau naik 33,1 persen dibandingkan tahun lalu.Baca juga: Hadapi Lonjakan Kendaraan, ASDP Siapkan Pola Operasi Fleksibel di Jalur Ketapang-GilimanukKenaikan turut terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.184 unit atau tumbuh 21,5 persen.Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-4 tercatat 7.093 unit, meningkat 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Secara akumulatif, sejak H-10 hingga H-4, total kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk mencapai 40.987 unit, naik tipis 0,4 persen dengan jumlah penumpang tercatat 143.533 orang.


(prf/ega)