Gubernur Luthfi Siapkan Relokasi Korban Longsor Cilacap 3,5 Hektare dan Banjarnegara 2,5 Hektare

2026-01-11 22:59:52
Gubernur Luthfi Siapkan Relokasi Korban Longsor Cilacap 3,5 Hektare dan Banjarnegara 2,5 Hektare
SEMARANG, - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan lahan relokasi bagi warga terdampak longsor dengan luas 3,5 hektar di Kabupaten Cilacap dan 2,5 hektar di Banjarnegara.Relokasi ini dianggap mendesak dan bukan sekadar pilihan, mengingat sebagian besar rumah warga berada di lokasi rawan bencana yang berisiko mengalami bencana susulan.Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa lahan relokasi seluas 3,5 hektar disiapkan di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.Baca juga: Longsor Banjarnegara Rugikan Rp 32,33 Miliar, 182 Rumah dan Jaringan Listrik RusakSaat ini, tim gabungan masih melanjutkan proses pencarian tiga korban yang hilang akibat longsor.“Cilacap hari ini sudah tinggal 3 korban yang belum ketemu. Untuk relokasi sudah disiapkan tanah 3,5 hektar. Nanti Cilacap hunian sementara sudah di-backup oleh BPBD,” kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis .Sementara itu, untuk penanganan longsor di Banjarnegara, Luthfi menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan lahan sekitar 2,5 hektar di Kecamatan Pandanarum.Ia menjelaskan bahwa wilayah terdampak longsor mencakup satu dukuh, sehingga seluruh warga akan dipindahkan ke hunian sementara sebelum dibangun hunian tetap.Baca juga: Longsor di Banjarnegara dan Cilacap, Pemkab Magelang Kirim Bantuan 2,5 Ton Sayur dan Air Bersih“(Banjarnegara) nanti akan kita lakukan relokasi, sama. Sudah disiapkan oleh Bupati 2,5 ha. Prosesnya sama, karena ini adalah hampir satu dukuh, maka relokasinya akan hunian sementara, baru hunian tetap,” lanjutnya.Gubernur juga menekankan pentingnya pemenuhan layanan dasar bagi ratusan pengungsi.Pemprov memastikan bahwa kebutuhan pendidikan anak-anak, logistik, serta fasilitas kesehatan akan tertangani dengan baik.“Pengungsi ini kan anak-anak sekolah banyak. Kita pastikan anak-anak sekolah tetap sekolah, meskipun di tempat pengungsian. Kemudian dapur umum kita siapkan dengan harapan kebutuhan makan terpenuhi,” imbuhnya.Baca juga: Pencarian Korban Longsor Cilacap Masuk Hari Kedelapan, Tiga Orang Masih HilangLebih lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa lokasi hunian sementara akan dibangun di titik aman, dengan akses jalan yang memadai, serta ketersediaan sumber air.Selain penanganan darurat, Pemprov Jateng juga memperkuat mitigasi dengan mengadakan rapat koordinasi bersama 35 kabupaten/kota untuk memetakan daerah rawan longsor dan banjir.“Jadi mereka sudah membentuk hampir 2.000 lebih desa tanggap bencana yang harus kita gerakkan. Paling pokok memberikan peringatan dini bagi masyarakat di daerah yang rawan bencana. Itu penting untuk pencegahan,” tutup Luthfi.


(prf/ega)