SURABAYA, - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji melakukan sidak atas dugaan kasus investasi bodong terhadap terduga pelaku, TK, Senin .Ada 20 orang yang mengaku sebagai korban TK dengan total kerugian sekitar Rp 1,2 miliar.Salah seorang korban, Dwi (37), menceritakan pertemuannya dengan terduga pelaku, TK, pada tahun 2018 melalui seorang teman.Mulanya, saat masa pandemi Covid-19, TK menawarkan investasi alat-alat kesehatan karena saat itu banyak orang yang sedang membutuhkannya.“Dia waktu itu bilang, ‘Ini loh mbak, aku butuh dana buat suplai rumah sakit-rumah sakit’, dan waktu di saat alat kesehatan itu susah dicari, sedangkan dia memang ada,” kata Dwi.Baca juga: Warga Surabaya Laporkan Dugaan Investasi Bodong ke Armuji, Mengaku Rugi Rp 1,2 MiliarPada pembayaran pertama, Dwi mengirimkan dana sebesar Rp 70 juta dengan pengembalian keuntungan Rp 100 juta dalam dua minggu selanjutnya.Hal tersebut terus berlanjut selama sekitar 8 bulan dengan keuntungan sekitar 30 persen setiap transaksi.“Awalnya itu dia selalu kirim bukti foto-foto alat-alat kesehatannya sewaktu dikirim, dia juga bawa nama instansi rumah sakit besar,” kata dia. Setelah sekitar 8 bulan berjalan, pembayaran investasi yang terakhir disetorkannya tiba-tiba tidak dibayarkan. TK kemudian menjadi sangat sulit untuk dihubungi.“Jadi dia sistemnya itu seperti menggulung, misalnya kita setor Rp 70 juta, terus kita dikasih Rp 100 juta, di hari yang sama sorenya dia minta lagi investasi Rp 120 juta,” tuturnya.Baca juga: Korban Investasi Bodong ATG Wahyu Kenzo di Malang Lega, Aset Mewah Sitaan DikembalikanSelain itu, setiap kali para korban mendatangi rumah TK, mereka selalu diusir.“Kalau yang bukakan, mbak TK selalu bilang, ‘Jangan di sini ya mbak, nanti ketahuan suami saya, saya dipukuli, saya diusir.’ Tapi kalau yang bukakan suaminya, bilangnya, ‘Siapa itu TK? Saya enggak kenal, di rumah ini enggak ada yang namanya TK’ gitu,” tutur dia. Menurutnya, TK dan suami selalu mengaku tidak memiliki aset lagi.Padahal, terlihat dari akun media sosialnya, mereka memiliki dua mobil dan sering berpergian ke luar kota, bahkan luar negeri.“Pernah waktu saya tahu kalau ketipu, itu TK malah pergi umrah. Sekarang barusan ini statusnya jalan-jalan ke Malang,” ujar dia.
(prf/ega)
Armuji Sidak Investasi Bodong yang Rugikan Korban Rp 1,2 M, Minta Pelaku Jual Aset untuk Ganti Rugi
2026-01-12 05:24:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:11
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 03:16










































