Volume Kendaraan Meningkat, Jalur Puncak One way dari Arah Bogor

2026-01-15 06:04:01
Volume Kendaraan Meningkat, Jalur Puncak One way dari Arah Bogor
CIANJUR, – Petugas kepolisian memberlakukan penghentian sementara arus kendaraan dari arah Cianjur, Jawa Barat, karena penerapan sistem one way dari arah Bogor.Akibatnya, terjadi antrean kendaraan di lajur kiri.Sementara arus kendaraan dari arah Bogor menuju Cianjur terpantau ramai lancar, didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor.Pantauan Kompas.com di kawasan Seger Alam Puncak Pass, Ciloto, Cianjur, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah diberlakukan sejak pukul 13.45 WIB.Baca juga: Update Jalur Puncak Bogor Hari Ini: 2.900 Kendaraan Masuk, Simak Jadwal OnewayKepala Unit Penegakkan Hukum Satlantas Polres Cianjur, Inspektur Satu Ika Cakra Mustika mengatakan, rekayasa lalu lintas ini untuk mengurai kemacetan dengan memusatkan arus kendaraan ke satu arah, menyusul lonjakan volume kendaraan yang signifikan di jalur tersebut."Ada peningkatan volume kendaraan di seputar area Taman Sari Bogor," ujar Cakra kepada Kompas.com di Pospol Cepu 1 Puncak Pass, Cianjur, Kamis .Baca juga: Atap Rumah Lantai 3 di Puncak Bogor Ambruk Saat Hujan Deras, 1 Orang TerlukaJika mengacu pada pemberlakuan sistem serupa di hari-hari sebelumnya, penghentian arus kendaraan ini biasanya berlangsung hanya 30 hingga 45 menit."Mudah-mudahan tidak lama. Paling 45 menit saja," ucap Cakra.Cakra mengimbau pengendara meningkatkan kehati-hatian selama berkendaraan mengingat kondisi jalur Puncak kerap diguyur hujan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-15 03:48