Pengendara Usia Dini Marak di Bangka Barat

2026-01-11 22:43:51
Pengendara Usia Dini Marak di Bangka Barat
- Kepolisian di Bangka Barat, Bangka Belitung, menegaskan lima poin utama dalam pelaksanaan Operasi Zebra Menumbing 2025, yang berlangsung mulai 17 hingga 30 November 2025.Hal ini disampaikan langsung Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, seusai pelaksanaan Upacara Gelar Pasukan di Lapangan Merah Mako Polres Bangka Barat, Senin .Operasi yang digelar menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini difokuskan pada upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara.Dalam arahannya, Kapolres Bangka Barat menekankan bahwa operasi tahun ini mengedepankan pendekatan yang lebih terstruktur, mulai dari edukasi hingga penindakan.“Kami menekankan lima fokus utama Operasi Zebra Menumbing 2025, yaitu penanganan balap liar, kendaraan yang tidak layak jalan, pengendara anak di bawah umur, kawasan rawan kecelakaan dan macet, serta penindakan terhadap pelanggaran fatal,” ujar Kapolres.Baca juga: Polresta Pati Mulai Operasi Zebra Candi 2025: Pengendara Ugal-ugalan dan Anak di Bawah Umur Jadi TargetIa menjelaskan bahwa balap liar menjadi perhatian khusus karena kerap membahayakan pengguna jalan lainnya."Balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan banyak orang. Patroli di lokasi rawan kami tingkatkan dan penindakan persuasif tetap menjadi prioritas," tegasnya.Selain itu, Kapolres juga menyoroti maraknya pengendara usia dini yang masih ditemukan di wilayah Bangka Barat."Anak-anak usia dini belum siap secara mental maupun kemampuan berkendara. Karena itu, kami lakukan edukasi langsung ke sekolah dan kepada para orangtua agar tidak memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur," tambahnya.Kapolres mengatakan bahwa Operasi Zebra Menumbing 2025 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan secara menyeluruh.Langkah preemptif dilakukan melalui edukasi kepada pelajar dan anak usia dini untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.Sementara langkah preventif diwujudkan dengan peningkatan patroli di titik rawan kecelakaan, rawan pelanggaran, serta pengaturan lalu lintas di lokasi yang kerap mengalami kepadatan.Baca juga: Operasi Zebra di Lumajang, Anak Sekolah Berkendara Masuk Target OperasiPada tingkat represif, Polres Bangka Barat akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal."Kami tidak akan kompromi terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas, seperti melawan arus, sepeda motor tanpa kelengkapan standar, atau pengendara yang tidak memiliki kemampuan berkendara yang layak," tegas Kapolres.Kapolres menegaskan bahwa seluruh rangkaian Operasi Zebra Menumbing 2025 bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari risiko kecelakaan."Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Dengan edukasi, patroli, sinergisitas lintas instansi, dan penindakan terukur, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan secara signifikan," tuturnya.Polres Bangka Barat akan terus memaksimalkan pengawasan selama operasi berlangsung dan mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.


(prf/ega)