Gempa M 7,6 Guncang Jepang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami ke Indonesia

2026-02-02 15:43:56
Gempa M 7,6 Guncang Jepang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami ke Indonesia
- Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Pesisir Timur Hokkaido, Jepang, pada Senin pukul 21.15 WIB.Guncangan kuat tersebut bersumber dari laut dengan kedalaman 37 kilometer dan berjarak sekitar 72 kilometer timur laut Hachinohe.Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan, gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi Lempeng Pasifik terhadap Lempeng Okhotsk.“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault)," ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin malam.Baca juga: Mengapa Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman dari Gempa? Ini Penjelasan BMKGBaca juga: Kalimantan Tak Bebas Gempa, Sesar Tarakan Masih AktifBMKG memastikan gempa besar di Jepang tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah Indonesia.Hal ini karena pusat gempa berada jauh dari zona pengaruh perairan Indonesia.“Hasil analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang,” ujar Daryono.Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dari Jepang yang diterima BMKG.Baca juga: Kalimantan Tak Bebas Gempa, Sesar Tarakan Masih Aktifcanva.com Ilustrasi gempa bumi.Hingga Senin pukul 21.50 WIB, BMKG memantau adanya satu gempa susulan dengan kekuatan terbesar magnitudo 5,5.BMKG menyatakan, pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan dampak lanjutan dari aktivitas tektonik di kawasan tersebut.“BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media, dan masyarakat," ungkap dia.Masyarakat diimbau untuk merujuk informasi hanya dari kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi, dan media sosial terverifikasi.Baca juga: Mengapa Tarakan Jadi Pusat Aktivitas Gempa di Kalimantan? Ini Penjelasan BMKG


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-02 15:56