Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Penggilingan: Bau dan Ganggu Lalin

2026-02-02 19:10:49
Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Penggilingan: Bau dan Ganggu Lalin
Warga di wilayah Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, kembali mengeluhkan penumpukan sampah di pinggir jalan. Warga mengeluhkan soal bau menyengat dan lalu lintas (lalin) terganggu."Bau banget ini sampahnya kecium banget," kata salah satu warga RT 06 Kelurahan Penggilingan Tusiah (38) dilansir Antara, Kamis ."Orang lewat saja tidak tahan dengan baunya. 'Ini apalagi sudah musim hujan, baunya makin menyengat, lewat juga susah, sudah menutupi akses," imbuhnya.Penumpukan sampah tersebut dikeluhkan warga karena sudah berangsur hampir empat bulan tanpa penanganan tuntas. Sampah-sampah rumah tangga terlihat menggunung di pinggir jalan karena belum diangkut.Dia mengatakan aktivitas pengangkutan berjalan lambat karena dilakukan secara manual oleh petugas kebersihan dan warga sekitar. Tusiah mengaku kondisi tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga."Sampah ini sudah berhari-hari antre panjang banget. Menaikkan ke truk juga masih manual, dibantu banyak orang," ujar Tusiah.Setiap hari gerobak sampah dari berbagai RT di sekitar lokasi menumpuk dan mengantre panjang menunggu giliran untuk dibuang ke truk pengangkut."Kasihan petugasnya, satu gerobak harus mengangkat sendiri ke truk. Berat sekali," katanya.Selain itu, Tusiah menjelaskan, sejak tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di pinggir kali ditutup beberapa bulan lalu. Warga harus menumpuk sampah di tepi jalan sembari menunggu truk pengangkut datang.Karena tidak ada alat bantu seperti mesin pengangkat (shovel loader), sampah harus diangkut secara manual. "Dulu di pinggir kali itu tempatnya difungsikan untuk menampung sampah sementara sebelum diangkut ke truk pakai alat. Tapi setelah ditutup seng, akhirnya sampah tetap dibuang di sini, tapi tanpa alat bantu," katanya.Warga lainnya, Jaka (44), menyebutkan kondisi ini sudah berlangsung sejak Agustus 2025. Jaka dan beberapa warga telah menyampaikan keluhan kepada pihak kelurahan agar TPS lama bisa difungsikan kembali, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata di lapangan."Saya sudah usul ke pihak kelurahan, kata mereka nanti akan koordinasi dengan pihak Lingkungan Hidup. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan. Warga masih buang di sini dan menaikkan sendiri ke truk," kata Jaka.Warga berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Jaktim melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup Jaktim segera menindaklanjuti keluhan ini dengan membuka kembali TPS lama yang ada di pinggir kali. Mereka juga meminta agar landasan TPS tersebut diperkuat dan disediakan kembali alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan."Kami hanya minta tempat sampah yang dulu difungsikan lagi. Kalau bisa dicor dulu supaya kuat, terus disiapkan alat pengangkut seperti shovel. Supaya petugas dan warga tidak harus angkat manual lagi," kata Jaka.Warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak kelurahan dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Cakung terkait penanganan penumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan tersebut.Lihat juga Video: Pengolahan Sampah RDF Rorotan Disetop Sementara Gegara Protes Warga[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 17:55