KYIV, – Ukraina mengakui akan menghadapi kesulitan besar dalam mempertahankan kekuatan militernya setelah konflik dengan Rusia berakhir.Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai angkatan bersenjata dalam jumlah sangat besar secara mandiri.Oleh karena itu, Kyiv berharap dukungan Barat tidak hanya berhenti pada masa perang, tetapi juga berlanjut sebagai bagian dari jaminan keamanan pascakonflik.Baca juga: Kisah Para Prajurit Ukraina yang Tak Dihormati Sebagai PahlawanAP PHOTO/VADIM GHIRDA Tentara Ukraina menaiki kendaraan tempur di luar Kyiv, Sabtu , dalam lanjutan perang melawan Rusia.Zelensky secara terbuka mengakui Ukraina tidak sanggup mempertahankan angkatan bersenjata berjumlah sekitar 800.000 personel setelah konflik berakhir.Saat berbicara kepada wartawan pada Sabtu , ia ditanya apakah Kyiv mampu membiayai kekuatan militer sebesar itu jika gencatan senjata tercapai.“Apakah Ukraina mampu secara mandiri membiayai tentara sebesar itu jika ada gencatan senjata? Tidak, tidak mampu. Kami tidak memiliki sumber daya keuangan,” kata Zelensky.Ia menegaskan alasan utama dirinya aktif berdiskusi dengan para pemimpin Barat adalah untuk membahas dukungan finansial bagi militer Ukraina.“Itulah mengapa saya melakukan pembicaraan dengan para pemimpin [Barat], karena saya memandang pendanaan sebagian dari tentara kami oleh para mitra sebagai jaminan keamanan,” ujarnya.Pada Januari 2025, Zelensky menyebut jumlah tentara Ukraina mencapai sekitar 880.000 personel.Namun, dokumen peta jalan perdamaian Amerika Serikat yang bocor bulan lalu disebut mengusulkan pembatasan kekuatan militer Ukraina menjadi 600.000 personel setelah konflik berakhir.Kyiv dan para pendukungnya di Eropa menilai jumlah tersebut terlalu kecil dan bersikeras Ukraina membutuhkan sekitar 800.000 tentara untuk menangkal ancaman Rusia, klaim yang dibantah Moskwa sebagai “tidak masuk akal”.Para pendukung Ukraina di Eropa telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mencari cara mendanai ekonomi dan militer Ukraina yang kian tertekan.Baca juga: Perdana, Ukraina Serang Kapal Qendil Armada Bayangan Rusia di Laut NetralNamun, upaya terbaru mereka menemui jalan buntu. Pekan ini, para pemimpin Uni Eropa gagal menyepakati skema “pinjaman reparasi” yang didukung sekitar 210 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.521 triliun) aset bank sentral Rusia yang dibekukan, yang rencananya digunakan untuk menutup defisit anggaran Ukraina.Sebagai gantinya, Uni Eropa memilih mekanisme pinjaman bersama dengan target menghimpun dana sekitar 90 miliar euro (sekitar Rp 1.775 triliun) dalam dua tahun ke depan.
(prf/ega)
Minta Bantuan, Zelensky Akui Tak Mampu Biayai 800.000 Tentara Ukraina
2026-01-11 15:00:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:13
| 2026-01-11 14:46
| 2026-01-11 14:24
| 2026-01-11 13:43
| 2026-01-11 13:02










































