TEMANGGUNG, - Seni, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Temanggung yang menjadi korban eksploitasi di Malaysia selama 20 tahun akhirnya bertemu dengan keluarganya. Termasuk Riki Alfian, anaknya.Mereka tak pernah bertatap muka selama puluhan tahun.Pertemuan ibu dan anak asal ini dilakukan di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Serdang, Selangor, Malaysia pada Senin, 8 Desember 2025.Mengutip keterangan tertulis Pemerintah Kabupaten Temanggung pada Rabu, 10 Desember 2025, Riki menyebutkan ibunya menitipkan pesan selama perjumpaan mereka."Ibu bilang pokoknya disuruh jaga kesehatan dan jangan meninggalkan shalat," ucap Riki saat tiba di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo, Yogyakarta, pada Selasa .Riki tidak sendirian ketika melawat ke Negeri Jiran.Baca juga: Seni, PMI Asal Temanggung Korban Eksploitasi 20 Tahun di Malaysia Belum Dipulangkan, Kenapa?Salah satu keponakan Seni, Lilin Triyanah, dan Panca Dewi, istri Bupati Temanggung turut mendampingi sejak terbang dari YIA pada 6 Desember lalu.Lilin Triyanah mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan Seni setelah puluhan tahun terpisah."Alhamdulillah bahagia rasanya bisa berjumpa dan melihat kondisi fisik Bu Seni secara langsung di Malaysia," ungkapnya."Apalagi beliau dalam kondisi sehat dan sudah lancar berkomunikasi," lanjutnya.Sementara itu, Panca Dewi menyampaikan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia yang memfasilitasi pertemuan antara Seni dan keluarganya.Baca juga: Kisah Pilu Seni, 20 Tahun Disekap dan Disiksa di Malaysia demi Mimpi Merenovasi Rumah di TemanggungIa juga mengungkapkan Seni dapat dipulangkan ke Tanah Air bila proses peradilan yang saat ini berjalan di Malaysia telah tuntas."Saat ini status Bu Seni di pengadilan Malaysia adalah saksi kunci. Jadi, nanti saat semuanya benar-benar selesai dan keterangan korban dianggap sudah cukup, beliau dapat dipulangkan ke Indonesia," jelasnya.Seni, perempuan asal Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Temanggung disebut bekerja lebih dari 20 tahun tanpa digaji dan mengalami penganiayaan.Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Muktharudin, menyatakan kasus eksploitasi berat terhadap Seni menjadi perhatian serius Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
(prf/ega)
Cerita Keluarga Bertemu Seni, PMI Asal Temanggung Korban Eksploitasi 20 Tahun di Malaysia
2026-01-11 22:38:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:44
| 2026-01-11 20:48
| 2026-01-11 20:34
| 2026-01-11 20:26










































