9 Kebiasaan Buruk yang Bikin Kata Sandi Mudah Dibobol

2026-01-12 10:04:46
9 Kebiasaan Buruk yang Bikin Kata Sandi Mudah Dibobol
- Banyak pengguna masih meremehkan pentingnya membuat kata sandi yang kuat. Padahal, sebagian besar kasus peretasan akun justru terjadi karena kebiasaan kecil yang tampaknya sepele, seperti memakai password yang sama untuk semua layanan, memilih kata sandi yang mudah ditebak, atau tidak pernah menggantinya selama bertahun-tahun.Kebiasaan-kebiasaan ini membuka celah besar bagi pelaku kejahatan digital untuk mengambil alih akun tanpa perlu usaha teknis yang rumit.Di tengah meningkatnya kasus kebocoran data dan serangan siber, memahami apa saja kebiasaan buruk yang membuat kata sandi mudah dibobol menjadi sangat penting.Dengan mengenali pola kesalahan umum, pengguna bisa memperbaiki praktik keamanan digital mereka dan mengurangi risiko diretas. Berikut sembilan kebiasaan yang paling sering membuat password rentan dan bagaimana cara mengatasinya.Baca juga: 100 Password Ini Rentan Di-hack, Segera Ganti Kalau Masih PakaiBanyak perangkat dan sistem masih memakai “admin” sebagai kata sandi bawaan. Sayangnya, banyak pengguna yang tidak pernah menggantinya sejak pertama kali digunakan.Ini membuat akun atau perangkat sangat mudah diakses oleh peretas karena “admin” adalah kombinasi pertama yang selalu dicoba. Bahkan analisis dari laman Cybersecurity Outpost24 menemukan “admin” sebagai password paling banyak digunakan. Mengabaikan perubahan password default adalah kesalahan fatal dalam keamanan digital.Kata sandi seperti “password”, “Password1”, atau “p@ssw0rd” terlihat mudah diingat, tapi juga sangat mudah ditebak.Kombinasi ini termasuk dalam daftar password terburuk di dunia selama bertahun-tahun. Hacker secara otomatis menguji kata-kata dasar seperti ini di awal percobaan brute force. Variasi dengan angka atau simbol tidak cukup untuk membuatnya aman. Menggunakannya sama saja membuka pintu akses bagi peretas.Angka berurutan menjadi pilihan banyak pengguna karena simpel. Padahal, pola seperti “123456”, “111111”, atau “123123” sangat mudah ditebak sistem otomatis. Kombinasi numerik seperti ini bisa diretas dalam hitungan detik.Meski terlihat tidak berbahaya, kebiasaan ini sangat berisiko jika digunakan untuk akun penting. Mengandalkan angka berurutan berarti memberi jalan termudah bagi hacker.“Qwerty” adalah salah satu password yang paling sering digunakan di seluruh dunia. Pola ini terasa nyaman diketik, tapi juga sangat mudah diprediksi. Hacker tahu bahwa banyak pengguna memilih kombinasi berbasis posisi keyboard.Variasi seperti “Qwerty123” juga tidak memberikan keamanan tambahan. Pola keyboard adalah salah satu hal pertama yang diuji dalam serangan password otomatis.Banyak pengguna membuat password berdasarkan nama layanan supaya mudah menghafal. Namun ini justru mempermudah hacker menebak pola penggunaan kata sandi.Jika satu layanan terbobol, kombinasi serupa seperti “Google123” atau “Netflix123” akan langsung dicoba. Peretas sangat mengandalkan pola berulang pengguna. Karena itu, password yang menyertakan nama situs sangat tidak aman.Ungkapan cinta seperti “Iloveyou” terlihat personal, tapi sangat umum digunakan. Hacker selalu memasukkan kata-kata emosional ke daftar tebakannya karena sering muncul sebagai password.


(prf/ega)