161 Bencana Terjadi di Pasuruan Tahun 2025, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan

2026-02-04 23:17:52
161 Bencana Terjadi di Pasuruan Tahun 2025, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan
PASURUAN, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama jelang puncak musim hujan puncak yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada pun Januari-Februari 2026.Kesiapsiagaan tersebut berangkat dari kejadian bencana di Tahun 2025 sebanyak 161 kejadian.Peningkatan kesiapsiagaan ini ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan yang dilaksanakan di Halaman Kompleks Perkantoran Kabupaten Pasuruan, Senin .Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama seluruh pihak.Baca juga: Wali Kota Pasuruan Bagikan Becak Listrik dari Presiden Prabowo: Jangan Sampai DijualDi Kabupaten Pasuruan, terdapat 10 jenis ancaman bencana. Di antaranya banjir bandang, tanah longsor, erupsi gunung api, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, cuaca ekstrem, kekeringan, gelombang tinggi dan abrasi, serta kegagalan teknologi.“Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan ini memiliki tujuan agar kita selalu siap siaga dalam menghadapi segala macam ancaman bencana,” tegas Rusdi Sutejo, Senin.Data dari BPBD Kabupaten Pasuruan mulai Januari hingga November 2025 menunjukkan kerentanan.Di Kabupaten Pasuruan telah terjadi total 161 kejadian bencana. Bencana didominasi oleh 112 kasus banjir genangan.Kemudian, terdapat 101 titik tanah longsor, dan 54 kejadian pohon tumbang, 12 desa kekurangan air bersih, dan 8 titik lokasi kebakaran hutan.Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Pasuruan, 6 Rumah Rusak dan 2 Pohon Besar TumbangSelanjutnya, berdasarkan data dari BMKG, prediksi puncak musim hujan di Kabupaten Pasuruan akan terjadi pada Januari-Februari 2026. Sifat hujan diperkirakan normal, dengan curah hujan berkisar antara 200 milimeter hingga 500 milimeter. Angka ini termasuk dalam kategori menengah hingga tinggi.“Informasi peringatan dini dan jumlah kejadian bencana ini adalah cerminan nyata kerentanan wilayah Kabupaten Pasuruan terhadap bencana hidrometeorologi. Untuk itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan akan datangnya bencana hidrometeorologi pada musim penghujan seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem,” ujar Rusdi.Menghadapi situasi ini, BPBD Kabupaten Pasuruan bersama perangkat yang berwenang segera mengambil langkah mitigasi.Di antaranya melakukan rantingisasi pepohonan, monitoring kelayakan baliho, serta melakukan normalisasi dan pembersihan sungai, saluran irigasi, dan gorong-gorong untuk mencegah hambatan aliran air."Sedangkan untuk mendukung mitigasi dan penanganan bencana, di apel ini sudah kami siapkan juga peralatan kebencanaan serta cara penanganan terhadap korban banjir," kata Sugeng Hariyadi, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan.Baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Pasuruan Lakukan Asesmen Terhadap 13 Rumah Terdampak Angin Kencang


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 23:30