SIDOARJO, - Setelah ambruk dan menelan sekian banyak korban jiwa pada September 2025 lalu, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur mulai dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).Baca juga: Momen Bos Terra Drone Ditangkap Polisi, Sempat Pertanyakan Penetapan TersangkaBangunan tiga lantai yang difungsikan sebagai musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk pada Senin sekitar pukul 15.00 WIB karena kegagalan konstruksi. Akibatnya, 63 orang meninggal dunia.Kini bangunan tersebut dibangun ulang di lahan baru seluas 4.100 meter persegi di Jalan Raya Siwalan Panji II, Buduran, Sidoarjo, dengan menelan APBN 2025-2026 senilai Rp 125.314.778.000,00.Baca juga: Alasan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Tak Bisa Dibangun di Lokasi Semula Usai AmbrukGroundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Kamis .“Kita semua harus dijadikan momentum hari ini dan yang lalu sebagai pengingat wake up call, penyadar, sebagai tempat kita untuk bangkit, melihat, dan menata masa depan yang lebih baik,” kata Muhaimin di Sidoarjo.Baca juga: Sudah Tiga Pekan, Polda Jatim Belum Tetapkan Tersangka Kasus Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo AmbrukMuhaimin mengatakan, usai terjadi tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan sejumlah kementerian untuk mengaudit kelayakan bangunan pesantren di sejumlah provinsi.“Pak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya segera lakukan langkah-langkah cepat dan efektif buat mengantisipasi pesantren-pesantren kita, buat upaya agar seluruh kesalahan dan kekurangan masa lalu tidak terulang. Termasuk khususnya Al-Khoziny yang begitu menjadi perhatian,” kata dia.Setidaknya, ada 80 pesantren di sembilan provinsi yang diaudit oleh Pemerintah. Perbaikannya, akan dilakukan secara bertahap.“Semua berkomitmen bahwa kita akan terus melakukan perbaikan secara terencana sehingga tidak ada kecelakaan, rasa tidak aman, kemudian perlindungan yang harus kuat kepada para siswa santri di seluruh Indonesia,” tutur dia.Dalam agenda tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, KH. Abdul Salam Mujib bersyukur atas perhatian dari pemerintah.Baca juga: Detik-detik Penangkapan Bos Terra Drone di Sebuah Apartemen di Jaksel“Mudah-mudahan langkah dari pemerintah dalam hal ini yang dipimpin oleh Menko PM mudah-mudahan diridoi oleh Allah dan diberkahi dan selalu pemerintah dibimbing oleh Allah SWT dan diberikan pertolongan untuk selalu bisa menyejahterakan masyarakatnya,” tutur dia.Ia juga prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara atas bencana banjir bandang serta longsor yang menewaskan 900 lebih korban jiwa.“Kami juga merasa sangat-sangat prihatin atas terjadinya musibah-musibah di belahan Indonesia khususnya bagian barat di mana banyak desa yang hilang di daerah Sumatera. ""Tentunya ini musibah yang terjadi di Al-Khoziny tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan itu,” kata dia.
(prf/ega)
Setelah Ambruk, Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Mulai Dibangun Ulang, Pakai APBN Rp 125 Miliar
2026-01-12 03:32:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:59
| 2026-01-12 02:43
| 2026-01-12 02:30
| 2026-01-12 02:16
| 2026-01-12 01:35










































