PSI Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis, Ingin Lebih Dekat dengan Rakyat

2026-02-03 21:23:57
PSI Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis, Ingin Lebih Dekat dengan Rakyat
KENDARI, - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengungkapkan bahwa PSI telah sepakat untuk tidak lagi menggunakan sapaan 'Bro' dan 'Sis; dalam kegiatan-kegiatan organisasi.Ali mengatakan, sapaan tersebut ditinggalkan agar partai berlambang gajah tersebut lebih egaliter dan dekat dengan rakyat."Minta maaf, Ketum, lidah saya ini kalau bicara Bro, Sis, agak kaku-kaku. Karena kalau orang tua kita bilang Bro, Sis pasti bingung, apa ini Bro Sis ini?" ujar Ali dalam Rakorwil PSI Se-Sultra di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat .Baca juga: Kaesang: Jika PSI Mau Jadi Partai Nasional, Maka Harus Kuat di Timur"Nah maka kemudian partai ini supaya selalu kelihatan egaliter, selalu lebih dekat dengan rakyat, maka istilah Bro, Sis itu di Dewan Pimpinan Pusat bersepakat tidak lagi menjadi panggilan resmi atau sapaan resmi di kegiatan-kegiatan keorganisasian," imbuh dia.Ali mencontohkan, sapaan Bro dan Sis akan terdengar aneh jika PSI tengah berkunjung ke pondok pesantren.Menurut dia, sapaan tersebut bakal membuat jarak antara kader PSI dengan para sesepuh yang ada di pesantren tersebutBaca juga: Kaesang Target PSI Menang Besar di 2029: Siapkan Isi Tas dan Serbuan Baliho Berwajah Jokowi"Kalau kita masuk di pondok pesantren, kita panggil bu nyai dengan panggilan sis, bingung. Pak kiai kita panggil bro, ini bro nyentrik, kiai nyentrik. Nah maka akan semakin berjarak lah PSI ini dengan para kelompok-kelompok masyarakat. Padahal pepatah nusantara mengatakan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," kata Ali.Oleh sebab itu, Ali mempersilakan pengurus PSI di masing-masing wilayah untuk menyesuaikan sapaan akrab mereka."Jadi silakan kemudian teman-teman wilayah Sultra membuat istilah yang kemudian mengakrabkan masyarakat dengan partai ini supaya kita bisa masuk di semua segmen," ujar dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 20:24