Warga Bersedia Dukung Redenominasi Asal Ekonomi Stabil

2026-01-11 23:17:13
Warga Bersedia Dukung Redenominasi Asal Ekonomi Stabil
JAKARTA, – Sejumlah warga menyatakan dukungannya terhadap rencana redenominasi rupiah, asalkan kebijakan itu mampu meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia."Yang jelas kalau misal tujuannya buat stabilitas ekonomi Indonesia, ya setuju," ucap salah satu warga, Dika (32) kepada Kompas.com, Selasa .Ia mengaku selama ini hanya mengikuti informasi terkait redenominasi melalui berbagai asumsi di internet, termasuk dugaan kebijakan ini bisa membantu mengungkap praktik korupsi dan harta yang disembunyikan.Baca juga: Warga Nilai Redenominasi Rupiah Belum Terlalu Mendesak Dilakukan"Kalau asumsi yang saya baca di internet, redenominasi ini buat ngungkapin para koruptor yang menyembunyikan uangnya gitu lah. Kalau gitu ya harus didukung," kata Dika.Sementara itu, Utomo (27) menilai, kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum diterapkan.Ia mengingatkan bahwa beberapa negara pernah melakukan redenominasi, namun gagal, sehingga menimbulkan konsekuensi yang cukup serius."Rencana ini pasti ada plus minusnya. Itu juga pasti udah dilihat dan dibicarakan sama menteri keuangan soal rencana ini," ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa.Di sisi lain, Iqbal (23) menuturkan, tidak menolak redenominasi, meski menilai saat ini kebijakan tersebut belum mendesak untuk diterapkan.Ia melihat masih ada alokasi APBN yang menurutnya lebih prioritas dibandingkan penerapan redenominasi.Baca juga: Warga Khawatir Redenominasi Bikin Bingung, Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi"Menurut saya, tidak apa-apa, tetapi hal ini belum terlalu mendesak untuk dilakukan. Saya melihat masih banyak pengalokasian APBN yang menurut saya kurang tepat," kata Iqbal.Untuk diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memasukkan kebijakan penyederhanaan nilai mata uang atau redenominasi ke dalam agenda strategis pemerintah.Rencana ini akan dituangkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi) yang ditargetkan rampung pada 2027.Bank Indonesia (BI) mendefinisikan redenominasi rupiah sebagai penyederhanaan jumlah digit pada pecahan (denominasi) rupiah tanpa mengurangi daya beli dan nilai rupiah terhadap harga barang atau jasa.Baca juga: Warga Khawatir Redenominasi Rupiah Picu Inflasi Redenominasi rupiah bisa juga diartikan sebagai penyederhanaan nilai nominal uang dengan cara menghapus sebagian angka nol di belakangnya tanpa mengubah nilai tukar atau daya beli.Sebagai contoh, harga barang yang sebelumnya Rp 1.000 akan menjadi Rp 1 setelah redenominasi, tetapi nilainya tetap sama.Di sisi lain, penghilangan beberapa angka nol dikhawatirkan bisa menjadi celah sejumlah oknum yang memungkinkan adanya kenaikan harga.Sebagai gambaran, harga barang per item semula Rp 2.800. Ketika dilakukan redenominasi akan menjadi Rp 2,8. Hal ini membuka peluang untuk membulatkan menjadi Rp 3.


(prf/ega)