Laporan Liputan6.com dari China: Berkunjung ke Markas EHang, Taksi Terbang Hingga Penyelamat Bencana

2026-01-12 05:35:30
Laporan Liputan6.com dari China: Berkunjung ke Markas EHang, Taksi Terbang Hingga Penyelamat Bencana
Jakarta Revolusi transportasi udara telah di depan mata. Taksi kini tak hanya mobil yang melintas di jalanan. Hari ini, kita dihadapkan pada taksi terbang. Salah satu taksi terbang yang telah ujicoba di Indonesia adalah EHang 216-S. EHang 2016-S adalah taksi terbang yang bentuknya seperti drone raksasa berteknologi AAV (Autonomous Aerial Vehiclec disebut sangat potensial untuk mendukung konektivitas antar pulau dan layanan evakuasi darurat di negara maritim seperti Indonesia.Jurnalis Liputan6.com mendapat kesempatan melihat langsung kecanggihan taksi terbang yang menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI). Langsung dari kantor pusatnya di Guangzhou, China, 31 November 2025.AdvertisementSebelum terbang, kami dipersilakan menjajal masuk kursi penumpang. Kursi empuk dan bisa diisi oleh dua orang. Di depan kursi, terdapat layar yang berisi keterangan saat taksi mulai terbang.Vice President EHang, He Tianxing menyatakan, taksi terbang seperti EH216-S bisa segera diterapkan di Indonesia. Terutama di wilayah wisata seperti Bali serta kota besar seperti Jakarta.“Di masa depan, EH216-S dapat digunakan untuk transportasi udara antar pulau, wisata, logistik, hingga penyelamatan darurat,” jelasnya. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-12 03:58