Pajak Ekonomi Digital hingga November 2025 Tembus Rp 44,55 Triliun

2026-02-02 07:42:57
Pajak Ekonomi Digital hingga November 2025 Tembus Rp 44,55 Triliun
-Pemerintah menghimpun pajak Rp12,24 triliun dari sektor usaha ekonomi digital sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini menunjukkan peran ekonomi digital kian besar terhadap penerimaan negara.Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Rosmauli menyampaikan realisasi tersebut mencerminkan kontribusi nyata sektor digital dalam struktur perpajakan nasional. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin.Penerimaan terbesar berasal dari pajak pertambahan nilai perdagangan melalui sistem elektronik. Setoran PPN PMSE tercatat Rp9,19 triliun selama periode tersebut.Baca juga: Bitcoin Kembali Bergairah, Aset Kripto Lainnya Ikut BangkitPajak dari aset kripto menyumbang Rp719,61 miliar. Sektor financial technology atau fintech peer to peer lending menyetor Rp1,24 triliun. Pajak dari Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah menyumbang Rp1,09 triliun.DJP mencatat total penerimaan PPN PMSE sejak 2020 hingga 2025 mencapai Rp34,54 triliun. Setoran tersebut berasal dari 215 pelaku PMSE dari total 254 perusahaan yang telah ditunjuk pemerintah.Pajak kripto sepanjang 2022 hingga 2025 mencapai Rp1,81 triliun. Penerimaan ini terdiri atas pajak penghasilan Pasal 22 atas transaksi penjualan sebesar Rp932,06 miliar dan PPN dalam negeri sebesar Rp875,23 miliar.Penerimaan dari sektor P2P lending sepanjang 2022 hingga 2025 tercatat Rp4,27 triliun. Setoran tersebut berasal dari PPh Pasal 23 atas bunga pinjaman wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar Rp1,17 triliun. PPh Pasal 26 atas bunga pinjaman wajib pajak luar negeri tercatat Rp724,5 miliar. PPN dalam negeri dari sektor ini mencapai Rp2,37 triliun.Baca juga: Harga Bitcoin Menguat ke 88.896 Dollar AS, Pasar Kripto Bergerak VariatifSementara itu, penerimaan pajak dari Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah sepanjang 2022 hingga 2025 mencapai Rp3,94 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PPh Pasal 22 sebesar Rp284,42 miliar dan PPN sebesar Rp3,65 triliun.Akumulasi seluruh setoran pajak dari sektor usaha ekonomi digital hingga 30 November 2025 mencapai Rp44,55 triliun. Angka ini memperlihatkan pergeseran basis penerimaan negara ke aktivitas ekonomi berbasis digital.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 05:40