Kamboja Ejek SEA Games di Thailand, Nilai Kualitasnya Tak Selevel Ajang 2023

2026-01-12 06:33:23
Kamboja Ejek SEA Games di Thailand, Nilai Kualitasnya Tak Selevel Ajang 2023
PHNOM PENH, - Kamboja melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan SEA Games ke-33 di Thailand.Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC), Vath Chamroeun, menilai kualitas organisasi ajang olahraga terbesar Asia Tenggara itu tidak sebanding dengan SEA Games 2023 yang digelar Kamboja.Dalam pernyataannya yang dikutip media Thailand, Thairath, Chamroeun menyebut berbagai kekurangan serius dalam persiapan hingga pelaksanaan acara pembukaan.Baca juga: Asyik Nobar SEA Games 2025, Puluhan Warga Myanmar Dibom“Untuk sebuah ajang sebesar SEA Games, hampir tidak ada gladi bersih yang layak dan anggarannya tidak memadai. Para pejabat bahkan harus berulang kali menyampaikan permintaan maaf,” ujar Chamroeun, dua hari setelah kembali dari Thailand, seperti dilansir VN Express, Sabtu .Ia menambahkan, “Siapa pun yang menonton upacara pembukaan bisa melihat dengan jelas bahwa acara itu tidak bisa dibandingkan dengan SEA Games 2023 di Kamboja.”Kritik tersebut muncul di tengah keputusan drastis Kamboja yang pada 10 Desember memerintahkan seluruh delegasinya untuk segera meninggalkan Thailand, meskipun mereka baru saja menghadiri upacara pembukaan pada malam sebelumnya.Pada hari yang sama, Chamroeun mengirimkan surat resmi penarikan diri kepada panitia penyelenggara.Dalam surat itu, ia menyebut alasan keamanan serta permintaan dari keluarga para atlet agar mereka “segera kembali ke rumah.”ANGKATAN LAUT KERAJAAN THAILAND via AFP Foto ini diambil dan dirilis oleh Angkatan Laut Kerajaan Thailand pada 26 November 2025, menunjukkan orang-orang yang melihat keluar dari bangunan perumahan yang dikelilingi oleh air banjir di Hat Yai. Puluhan ribu orang di Thailand dan Malaysia tetangga terpaksa mengungsi akibat banjir luas, dengan jalan-jalan terendam, rumah-rumah tergenang, dan setidaknya 34 orang tewas, kata pejabat pada 26 November.Menurut Chamroeun, penarikan diri Kamboja tidak lepas dari berbagai persoalan logistik yang dihadapi tuan rumah.Thailand disebut baru memulai perencanaan upacara pada Maret, namun perubahan pemerintahan, banjir besar di sejumlah wilayah, serta meningkatnya konflik perbatasan memaksa panitia melakukan revisi besar-besaran.Akibatnya, waktu persiapan terpangkas menjadi sekitar satu bulan. Hal itu, kata Chamroeun, berdampak langsung pada kualitas upacara pembukaan yang ia sebut “diwarnai banyak kesalahan teknis dan penampilan yang lemah.”Baca juga: Bendera Indonesia Salah Pasang di Situs SEA Games 2025, Jadi Bendera LaosUpacara pembukaan pada 9 Desember dilaporkan mengalami berbagai masalah, mulai dari kesalahan pengibaran bendera, kualitas pertunjukan musik yang dinilai buruk, hingga keterlambatan sekitar setengah jam akibat kedatangan tamu VIP yang terlambat.Selain itu, sejumlah delegasi negara peserta juga mengeluhkan kualitas makanan untuk atlet.Di media sosial, warganet menyoroti kontroversi atlet peraih medali yang harus memberi hormat ke layar LED, bukan bendera sungguhan.


(prf/ega)