Warga Sukolilo Pati Demo Balai Desa, Ketebalan Jembatan Berubah 10 Cm Jadi Sorotan

2026-01-12 04:37:56
Warga Sukolilo Pati Demo Balai Desa, Ketebalan Jembatan Berubah 10 Cm Jadi Sorotan
PATI, - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sukolilo menggelar unjuk rasa di depan Balai Desa Sukolilo, Pati, Kamis .Warga menyoroti proyek jembatan senilai Rp 230 juta yang tidak sesuai dengan Rincian Anggaran Biaya (RAB) hingga muncul dugaan mark-up.Namun, Kepala Desa (Kades) membantah tudingan itu dan mengklaim perubahan ukuran ketebalan jembatan dari 40 cm diganti 30 cm itu juga keinginan dari masyarakat.Suyono, penanggungjawab aksi mengatakan, warga menyoroti dugaan mark-up pada proyek jembatan yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 230 juta.“Kita sebagai masyarakat menuntut Pemdes lebih transparan dalam pengelolaan dana desa. DD itu dari APBN, dan APBN adalah uang rakyat. Jadi kami punya hak untuk mengawasi,” tegas Suyono.Baca juga: Banjir di Pati Rendam Gudang Garam, Stok Hanyut dan Petani Rugi MiliaranIa menambahkan, terdapat temuan terkait perubahan ukuran konstruksi jembatan yang dinilai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).“Ada dugaan mark-up jembatan. Yang penting, kita pantau agar sesuai dengan RAB-nya,” ujarnya.Warga juga berharap praktik transparansi di Desa Sukolilo dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Pati.Mereka bahkan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi pemerintah daerah.Meski aksi berlangsung dengan tensi cukup tinggi, Suyono menyebut hasil audiensi hari itu memuaskan.Baca juga: Jalur Pantura Pati–Rembang Terendam Banjir, Kendaraan Merayap Sejak SemalamMenanggapi tudingan warga, Kepala Desa Sukolilo, Ahmad Amirudin, membantah adanya praktik mark-up.Menurutnya, perubahan ukuran ketebalan jembatan justru dilakukan atas permintaan warga dan telah dikonsultasikan dengan pihak kecamatan serta pendamping desa.“Ukuran semula 40 cm diganti 30 cm itu keinginan warga. Diminta juga untuk meninggikan beberapa sentimeter dan sudah kami koordinasikan ke Kecamatan. Penggantian juga sudah kami lakukan,” jelasnya.Ia menegaskan, RAB tidak mencantumkan adanya pekerjaan pengecoran yang kini diminta warga.Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh proses pembangunan telah mengikuti prosedur dan tidak ada penggelembungan anggaran.“Tidak ada mark-up. Semua perubahan kami sesuaikan dengan rekomendasi dari kecamatan,” tegasnya.Baca juga: Dari Koperasi Tiba-Tiba Berubah Konsep, Hotel DAyana Pati Disegel Satpol PPAksi unjuk rasa yang berlangsung di Balai Desa Sukolilo itu mendapat pengamanan ketat dari sekitar 100 personel gabungan.Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Polsek Kayen, Polsek Gabus, Polsek Tambakromo, Koramil Sukolilo, dan petugas Kecamatan Sukolilo.“Mulai dari titik pemberangkatan di halaman selepan Dukuh Jembangan hingga Balai Desa Sukolilo, semua dilakukan pengawalan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas maupun kemacetan,” pungkasnya.


(prf/ega)