BANGKA, – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menginjak usia seperempat abad sejak pemekaran dari Sumatera Selatan. Daerah penghasil timah yang dikenal lewat kisah “Laskar Pelangi” ini terus mendorong transformasi ekonomi dari sektor tambang menuju pariwisata.Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Bangka Belitung, Widya Kemala Sari mengatakan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan jumlah wisatawan, pertumbuhan desa wisata, penguatan ekonomi kreatif, serta pembukaan peluang usaha baru.“Babel kini menatap masa depan dengan keyakinan bahwa pariwisata adalah pintu menuju transformasi ekonomi non-tambang, dengan kerja kolektif seluruh pihak,” kata Widya di Pangkalpinang, Jumat .Baca juga: Kunjungan Tamu Hotel Bangka Belitung Turun 4,35 Persen, Terendah di SumateraWidya menjelaskan, sejumlah lokasi tambang telah direklamasi dan dikembangkan menjadi destinasi wisata. Pemerintah juga telah memetakan potensi daerah, di mana pada 2024 terdapat 640 daya tarik wisata di seluruh wilayah, mulai dari pantai berpasir putih, geopark kelas UNESCO, tradisi budaya hingga kuliner.“Potensi yang ada terbukti menarik hati wisatawan. Tahun lalu tercatat sebanyak 482.541 pengunjung datang dan menginap di hotel berbintang, mayoritas wisatawan nusantara, namun perlahan jumlah wisatawan mancanegara turut bertumbuh,” ujar Widya.Saat ini, Bangka Belitung memiliki 100 desa wisata yang disebut menjadi laboratorium kreativitas masyarakat. Sejumlah desa berhasil meraih penghargaan nasional dan regional, seperti Desa Perlang (juara tiga ADWI 2022 – digital), Desa Tari Rebo (juara satu ADWI 2023 – souvenir), Desa Terong (penghargaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat ASEAN 2025), serta Desa Keciput yang masuk 30 desa wisata terbaik nasional 2025.“Sebagai program unggulan, Pemprov menargetkan peningkatan kualitas 20 desa wisata menuju level nasional dan internasional,” kata Widya.Namun, lanjut Widya, pengembangan pariwisata Babel masih menghadapi tantangan, salah satunya belum adanya payung hukum berupa peraturan daerah jangka panjang. Karena itu, pemerintah daerah mendorong pembahasan Raperda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Provinsi 2025–2045.“Pariwisata bukan hanya tentang tempat yang indah, tetapi tentang kehidupan yang ikut berubah menjadi lebih baik. Babel, dengan seluruh potensinya, sedang bergerak menuju ke sana,” ujar Widya.
(prf/ega)
Bukan Tambang Lagi, Begini Cara Babel Ubah Diri dalam 25 Tahun
2026-01-12 04:33:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:41
| 2026-01-12 03:02
| 2026-01-12 02:48
| 2026-01-12 02:40
| 2026-01-12 02:17










































