Tarik Wisatawan, Pemkab Badung Mau Benahi Kawasan Pantai Kuta-Seminyak

2026-01-17 03:46:43
Tarik Wisatawan, Pemkab Badung Mau Benahi Kawasan Pantai Kuta-Seminyak
Pemerintah Kabupaten Badung berencana melakukan pembenahan terhadap kawasan pesisir yang menjadi ikon pariwisata, mulai dari Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak, hingga Pererenan, Kecamatan Mengwi. Penataan ini bertujuan untuk mengatasi kondisi pantai yang dinilai semrawut, termasuk tata pemanfaatan ruang berjualan yang dianggap kebablasan.Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan kembali wisatawan ke kawasan lawas tersebut dengan menata pantai. Mantan Sekda Badung ini terobsesi agar Kuta dan sekitarnya kembali jadi primadona turis mancanegara."Kita ini sangat tergantung dari sektor pariwisata. Kalau tidak ada pariwisata, mungkin program kami ini pun tidak berjalan, di mana kami akan mencari dana," kata Adi dalam keterangannya, Kamis .Ia mengakui daya tarik pantai di Kuta dan sekitarnya saat ini mulai menurun. Adi menyoroti Pantai Kuta yang terlihat semrawut dan menilai pemanfaatan ruang di sana perlu diatur kembali agar kawasan tersebut tidak menjadi kumuh."Tidak seperti sekarang maaf. Kita sudah mulai ditinggal. Tamu ini sekarang paling (bingung), dan datang ke Canggu. Sekarang sudah di luar Canggu, malah ke Pecatu sekarang, ke desa saya," ujarnya.Penataan ini bertujuan agar pemanfaatan ruang, termasuk untuk berjualan, dapat proporsional sehingga wisatawan tidak meninggalkan Kuta. Pemerintah daerah akan menyusun master plan untuk mengatur pemanfaatan dan pengelolaan kawasan pesisir tersebut."Saya yakin sekali, kalau ini kita bisa tata dengan bagus, bapak ibu sekalian, saya yakin besok wisatawan akan semakin banyak datang ke Kuta, datang ke Legian, dan Seminyak," imbuhnya.Adi ingin konsep penataan ini tidak cuma terbatas di Kuta, melainkan ada interkoneksi antara Kuta dengan kawasan pantai sekitar, bahkan kawasan terjauh yang masih menjadi satu garis pantai barat Badung mencakup Pantai Tuban hingga Pererenan."Apapun saya akan buatkan master plan. Dan ini kita akan buat bukan hanya dari Kuta saja, tapi dari Tuban sampai ke Pererenan. Itu konsep kita," tandasnya.Penataan fisik di pesisir Kuta dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida ini dinamai proyek konservasi pesisir pantai II di sepanjang Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak. Pengerjaan meliputi pembangunan breakwater dan pengembalian kondisi pesisir dari dampak abrasi dengan pengisian pasir.Lihat juga Video 'Healing Santai di Taman Hutan Juanda Bandung':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-17 04:26