Kakek Prabowo Jadi Nama Gedung di Purwokerto, Ketum Muhammadiyah: Diharapkan Jadi Pusat Kajian Ekonomi

2026-02-04 12:29:54
Kakek Prabowo Jadi Nama Gedung di Purwokerto, Ketum Muhammadiyah: Diharapkan Jadi Pusat Kajian Ekonomi
PURWOKERTO, - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membangun megatorium yang diberi nama Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto.Gedung serbaguna yang berada di kompleks Kampus 2 UMP ini diharapkan akan menjadi pusat kajian ekonomi seperti yang menjadi dasar pemikiran Margono Djojohadikusumo."Ada harapan dan cita-cita agar menjadikan gedung ini menjadi pusat kajian ekonomi yang menjadi dasar perekonomian Indonesia dari kakek Presiden Prabowo," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir saat peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut, Senin .Baca juga: Pesta Kembang Api di Menara Teratai Purwokerto pada Malam Tahun Baru DibatalkanHaedar menyebut, ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo juga merupakan sosok yang sangat berjasa terhadap perekonomian di Indonesia. Ketiga sosok tersebut berdarah Banyumas."Saya pikir gagasan besar Pak Presiden ini nyambung dengan ayahnya dan kakeknya, yang juga menjadi pendiri dan cikal bakal dari Bank Negara Indonesia (BNI), ini menjadi program strategis kita ke depan," ujar Haedar.Baca juga: Helipad Dibangun 1,6 Km dari Makam Kakek Prabowo, Warga Desa Kalisube Banyumas Sambut PositifHaedar berharap konsep perekonomian yang digagas Presiden Prabowo akan berdampak positif terhadap masyarakat."Kita berharap gagasan Pak Presiden ingin menjadikan ekonomi kita itu ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi. Kita akan menuju kemandirian dan kedaulatan rakyat dan bisa menjadi sejahtera," kata Haedar.Menurut Haedar, masyarakat tidak perlu memperdebatkan konsep perekonomian."Daripada kita terus berdiskusi memperdebatkan konflik-konflik ekonomi, antara yang orientasi oligarki dan kerakyatan, saya yakin dorong negara ini untuk punya kekuatan mengelola sistem ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi Pasal 33 yang sering menjadi dasar bagi Pak Presiden Prabowo," ujar Haedar.Sementara itu, Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan, Megatorium Margono Djojohadikusumo dirancang sebagai pusat berkumpulnya para peneliti dan ilmuwan, khususnya di bidang ekonomi dan kerakyatan."Tempat ini berfungsi untuk tempat berkumpulnya para peneliti ilmuwan khususnya bidang ekonomi dan kerakyatan memperbincangkan konsep ilmu yang dilahirkan oleh Margono, Soemitro dan seterusnya," jelas Jebul.Selain sebagai pusat kajian, megatorium tersebut juga akan difungsikan sebagai hall untuk kegiatan besar seperti wisuda dan pertemuan akbar.Gedung ini dirancang mampu menampung hingga 8.000 orang. Menurut Jebul, penamaan Margono Djojohadikusumo dipilih karena memiliki nilai historis yang kuat bagi Banyumas dan dunia ekonomi."Alasannya nama ini diambil karena Banyumas banget, ekonomi banget dan itu harus digali karena itu mulai kurang terkenal padahal pemikirannya sangat keren," kata Jebul.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 12:44