NUNUKAN, — Kondisi listrik yang kerap byarpet di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memicu gelombang protes warga yang ramai disampaikan melalui berbagai platform media sosial.Dalam jadwal pemadaman yang dibagikan PLN Rayon Nunukan, pemadaman bergilir dijadwalkan berlangsung 3 jam untuk setiap wilayah.Namun, kenyataannya pemadaman terjadi berulang kali dalam sehari sehingga membuat masyarakat geram.“Kenapa tidak sesuai jadwal. Bukan sekali padam dalam sehari, beberapa kali. Lama-lama hancur semua barang elektronik,” keluh Herman dengan nada emosi.Baca juga: Gelar Pahlawan Nasional untuk Sarwo Edhie, SBY: Ini Kehormatan Besar bagi KeluargaWarga lain, Aditya, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia menilai PLN perlu menyediakan jadwal pemadaman yang benar-benar dapat dipercaya agar masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, dapat meminimalkan kerugian.“Cobalah yang betul kalau buat jadwal. Kalau sehari padam tiga kali macam ini, rusak barang, maukah PLN tanggung jawab,” ujarnya.Di warung-warung kopi, obrolan warga bahkan menyebutkan bahwa kondisi byarpet ini seperti tanda bahwa bulan Ramadan sudah dekat, mengingat Nunukan hampir selalu mengalami pemadaman berulang setiap memasuki bulan tersebut.Manager PLN ULP Nunukan, Rendra Alfian, menjelaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh cuaca ekstrem.“Gangguan dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan di sejumlah titik jaringan, serta gangguan pada pembangkit PLTMG Sebaung,” kata Rendra melalui pesan tertulis.Kabupaten Nunukan diketahui memiliki tiga sumber suplai listrik, yakni:Rendra tidak merinci mesin yang rusak maupun tingkat kerusakan pembangkit tersebut. Namun ia mengakui bahwa kondisi ini mengharuskan PLN melakukan pemeliharaan darurat untuk melokalisir gangguan, mengatur beban pembangkit, dan menormalkan sistem secara bertahap.PLN Nunukan mengerahkan lebih dari 50 personel gabungan untuk menangani gangguan di sejumlah titik wilayah Nunukan dan sekitarnya.“Tim dikerahkan menyeluruh untuk memastikan pemulihan dilakukan secepat dan seaman mungkin. Sebagai langkah preventif, PLN juga melaksanakan pemeliharaan terjadwal di pembangkit untuk memastikan seluruh peralatan bekerja optimal dan mengurangi potensi gangguan berulang,” jelasnya.Ia menegaskan bahwa langkah-langkah pemulihan tersebut penting untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan di Nunukan dan mempercepat perbaikan layanan kepada pelanggan.“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan sistem dan memperkuat pelayanan agar pasokan listrik di Nunukan dan sekitarnya semakin prima,” tutup Rendra.
(prf/ega)
Nunukan Gelap Berkali-kali, PLN Sebut Penyebabnya Cuaca Ekstrem
2026-01-12 07:31:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:46
| 2026-01-12 07:10
| 2026-01-12 06:42
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:54










































