Pelaku Penembakan di Brown University AS Masih Buron, Trump Kerahkan FBI

2026-01-11 23:35:34
Pelaku Penembakan di Brown University AS Masih Buron, Trump Kerahkan FBI
- Pihak kepolisian masih mengejar pelaku penembakan di Brown University, sebuah kampus riset Ivy League di Providence, Rhode Island, Amerika Serikat.Penembakan itu terjadi saat ujian sedang berlangsung di gedung lantai tujuh Departemen Teknik dan Fisika.Akibatnya, dua orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya kritis.Wakil Kepala Kepolisian Providence, Tim O'Hara, menggambarkan pelaku penembakan seorang pria yang mengenakan pakaian hitam."Kami mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk menemukan tersangka ini. Mohon jangan pergi ke wilayah tersebut," kata dia, dikutip dari CNN.Baca juga: Penembakan di Brown University AS, 2 Orang Tewas dan 8 KritisPresiden Brown University, Christina Paxson mengatakan, polisi sempat menahan seorang individu setelah penembakan.Namun, setelah menjalani pemeriksaan, orang tersebut bukan pelaku penembakan.Awalnya, pihak universitas mengatakan bahwa seorang tersangka telah ditahan. Namun, mereka menarik kembali pernyataan tersebut dan memberitahu warga bahwa pelaku masih buron.Pihak kampus juga meminta mahasiswa untuk tetap berada di tempat aman."Kita masih dalam keadaan terkunci, dan sangat penting bagi semua anggota komunitas kita untuk tetap berada di tempat masing-masing," kata Paxson. "Ini berarti mengunci semua pintu dan memastikan tidak ada pergerakan di dalam kampus," sambungnya.Baca juga: Penembakan di California Tewaskan 4 Orang, 10 Lainnya Luka-lukaSHUTTERSTOCK Ilustrasi Biro Investigasi Federal AS.Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku telah diberi pengarahan mengenai penembakan itu.Menurutnya, FBI juga telah diterjunkan ke lokasi penembakan."Semoga Tuhan memberkati para korban dan keluarga para korban!" ujarnya melalui unggahan media sosial Truth pribadinya.Selain itu, Dinas Rahasia AS juga telah diminta untuk memberi dukungan dalam penanganan kasus tersebut."Kami sedih mendengar tentang tindakan kekerasan yang tidak masuk akal di Brown University," kata Direktur Dinas Rahasia AS, Sean Curran."Saya telah menginstruksikan personel Dinas Rahasia kami di Providence untuk memberikan semua dukungan yang dibutuhkan," sambungnya.Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak juga dilaporkan membantu penegak hukum setempat.Baca juga: Kenapa di Amerika Sering Terjadi Penembakan Saat Musim Panas? Ini 3 Sebabnya


(prf/ega)