Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Tiru Konten Kekerasan dari Dunia Maya

2026-01-11 15:20:15
Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Tiru Konten Kekerasan dari Dunia Maya
JAKARTA, – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri memastikan tindakan anak berkonflik dengan hukum (ABH) dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta bukan bagian dari jaringan terorisme.Berdasarkan hasil analisis sementara, aksi tersebut merupakan bentuk peniruan dari berbagai konten kekerasan yang diserap ABH melalui dunia maya.Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana menjelaskan, fenomena peniruan seperti ini menjadi bagian dari pola global yang juga terjadi di berbagai negara.Baca juga: Densus 88: Aksi ABH di SMAN 72 Jakarta Termasuk Kriminal Umum, Tak Terhubung Jaringan Teror“ABH hanya melakukan peniruan sebagai inspirasi. Tidak ada kaitan dengan jaringan apa pun, dan kejadian ini belum termasuk tindak pidana terorisme,” ucap Eka dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa .Menurut Eka, anak muda yang aktif di ruang digital disebut rentan terpapar ideologi ekstrem dan narasi kekerasan lintas negara.“Menunjukkan bahwa ada fenomena global yang terjadi di berbagai negara, tidak luput di negara kita, adanya komunikasi transnasional anak muda yang rentan terpapar aliran kekerasan di dunia maya,” ucap Eka.Mahendra menegaskan, hasil analisis terhadap barang bukti, rekaman CCTV, dan ponsel ABH tidak menemukan adanya aktivitas terorisme atau hubungan dengan jaringan tertentu.“Terkait jaringan teror, tidak ditemukan aktivitas terorisme yang dilakukan oleh ABH. Jadi murni tindakan yang dilakukan adalah kriminal umum,” ujarnya.Baca juga: Polisi: Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Tertutup dan Suka Konten KekerasanDari catatan penyidik, ABH menulis sejumlah nama tokoh dan ideologi dari berbagai benua, termasuk Amerika dan Eropa.Namun, Mahendra memastikan bahwa semua itu hanyalah hasil peniruan dari konten yang dikonsumsi ABH secara daring.Ledakan terjadi pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, yang berlokasi di kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading, Jakarta Utara.Peristiwa itu terjadi saat para siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah.Menurut keterangan sejumlah saksi, suara ledakan pertama terdengar saat khotbah sedang berlangsung, disusul suara ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda.Berdasarkan data Posko Pelayanan Polri di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, hingga Senin pukul 09.50 WIB, tercatat 96 korban yang dirawat di tiga rumah sakit di Jakarta Pusat.Secara keseluruhan, 67 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 29 lainnya masih menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit tersebut.


(prf/ega)