Linglung Usai Kecelakaan, Warga Semarang Dilaporkan Hilang Saat Hendak ke Rumah Kakak

2026-01-12 06:15:52
Linglung Usai Kecelakaan, Warga Semarang Dilaporkan Hilang Saat Hendak ke Rumah Kakak
UNGARAN, - Muhammad Safii (49), seorang warga Dusun Bawang, Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dilaporkan hilang sejak Selasa sekitar pukul 14.30 WIB.Safii meninggalkan rumah kakak iparnya di Dusun Jumbleng, Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, tanpa pamit setelah diantar oleh anaknya pada pukul 13.30 WIB.Kapolsek Bringin Polres Semarang, AKP Sudaryono, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan mengenai hilangnya Safii."Anggota sudah mengumpulkan informasi dan melakukan upaya pencarian," ujar Sudaryono pada Kamis .Baca juga: Empat Hari Longsor Banjarnegara, 3 Meninggal, 25 Warga Masih Hilang, 934 Warga MengungsiSudaryono menjelaskan bahwa Safii mengalami kondisi linglung setelah terlibat dalam kecelakaan di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) pada Senin ."Setelah kejadian tersebut, yang bersangkutan menjadi linglung dan menjadi takut kalau melihat orang asing," tambahnya.Pencarian Safii menghadapi beberapa kendala, terutama karena ia tidak membawa alat komunikasi dan minimnya saksi."Saat ini tim gabungan sedang melakukan penyisiran," ujar Sudaryono.Sementara itu, Prapto Nugroho, anggota Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Semarang, menyatakan bahwa upaya pencarian awal dilakukan dengan menyisir area hutan di sekitar Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak.Baca juga: Hari Ke-8, Doa Bersama Sebelum Pencarian 3 Orang Korban Longsor Cilacap yang Masih Hilang"Sudah ada asesmen di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir Safii berada," ujarnya.Prapto melanjutkan, informasi terakhir yang diterima menyebutkan bahwa Safii berada di sekitar tanggul irigasi yang berjarak satu kilometer dari rumah kakak iparnya."Berdasar info tersebut, ada beberapa lokasi pencarian. Karakteristik titik-titik tersebut juga berbeda, sehingga kalau hari ini belum ketemu, besok pagi akan ada penambahan personel," paparnya.Baca juga: Bendahara Dinkes Banjarbaru Hilang: Dugaan Penggelapan Rp 2,6 M Diaudit, Belum ke HukumLokasi pencarian meliputi Kedung Bagan, yang merupakan sungai dengan bebatuan besar, Tapan yang terdiri dari perbukitan dan perkebunan dengan banyak batuan besar, serta Ploso Gedhe yang memiliki lahan perkebunan dan jurang.Selain itu, pencarian juga dilakukan di Kedung Jumbleng, sumber mata air dengan kedalaman dua meter, Kali Ringin yang merupakan perkebunan dengan kerapatan pepohonan dan jarak pandang terbatas, serta Legok yang merupakan wilayah hutan dengan kerapatan pohon yang membatasi jarak pandang.Wilayah Dudukan, yang terdiri dari hutan dan jurang, serta Embung Wonokerto juga menjadi lokasi pencarian.


(prf/ega)