Drama Penyelamatan di Aceh Tengah: Aktivis Lingkungan Tempuh Perjalanan 2 Hari 3 Malam

2026-02-01 04:20:05
Drama Penyelamatan di Aceh Tengah: Aktivis Lingkungan Tempuh Perjalanan 2 Hari 3 Malam
ACEH TENGAH, – Akses mobilitas di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, hingga saat ini masih lumpuh total akibat jalan putus yang disebabkan banjir dan longsor.Kondisi ini membuat warga kesulitan mencari pertolongan, bahkan sebagian harus berjalan kaki menuju pusat Kota Takengon untuk mendapatkan bantuan.Dua aktivis lingkungan dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), yakni Badrul dan Farid, turut terjebak di Kecamatan Linge setelah mengikuti kegiatan Festival Linge.Keduanya memutuskan keluar lebih dulu dari kawasan tersebut untuk mencari pertolongan.Badrul dan Farid berjalan kaki selama 2 hari 3 malam menuju Takengon."Bang Badrul dan Farid jalan kaki dari Linge 2 hari 3 malam baru sampe Takengon, mereka tiba Sabtu 29 November 2025 pagi," kata Kemala, anggota HAkA yang berada di Takengon, Minggu .Baca juga: Ada Atau Tidaknya Status Bencana Nasional, TNI AD Tegaskan Tetap “All Out” di LapanganMenurut Kemala, kedua rekannya itu turun dari Linge menuju kawasan Bintang, kemudian menggunakan perahu untuk menyeberang ke Kota Takengon."Karena ada banyak kali longsor di daerah Mendale. Sore kemarin, teman HAkA lainnya Amri juga tiba-tiba udah sampe ke hotel kami. Dia jalan kaki dari Linge dengan beberapa orang lainnya," ujarnya.Ia menambahkan, beberapa tim lain yang mengikuti Festival Linge masih terjebak di kawasan tersebut, termasuk sejumlah jurnalis.Menurut pengakuan Amri yang disampaikan Kemala, logistik di Linge hanya cukup untuk satu hari lagi.Sejumlah tim termasuk dokter dan warga masih terjebak di gunung-gunung dan belum bisa mencapai Takengon."Info lainnya air sungai mulai naik terus. Daerah Jamat dan Petek ancur semua rumah. Masyarakat di desa paling ujung malam hari naik ke gunung karena air sungainya naik," tuturnya.Kemala menyebutkan, banyak jalan utama di Aceh Tengah yang putus. Transportasi ke Takengon praktis tidak bisa dilakukan karena tidak ada kendaraan yang mampu menembus akses yang rusak."Beberapa orang sempat berusaha jalan ke Bener Meriah naik motor, tapi gak ada jalan yang tembus juga. Beberapa meter setelah Lampahan, ke depannya ada 27 titik jalan rusak enggak bisa akses untuk dilewati," katanya.Ia menegaskan bahwa situasi di Aceh Tengah, khususnya di Linge, sangat membutuhkan bantuan segera."Logistik mereka habis. Karena ternyata ada penduduk daerah lain yang ngungsi ke Linge, berharap ada bantuan di sana," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-01 03:00