[POPULER GLOBAL] Gempa Jepang M 7,6 | Warga Hong Kong Boikot Pemilu

2026-01-12 06:40:54
[POPULER GLOBAL] Gempa Jepang M 7,6 | Warga Hong Kong Boikot Pemilu
- Berita tentang gempa Jepang bermagnitudo 7,6 memicu peringatan tsunami memuncaki daftar artikel Populer Global hari ini.Sementara itu, warga Hong Kong ramai-ramai memboikot pemilihan umum, buntut kemarahan atas kebakaran apartemen yang menewaskan 159 orang.Berikut adalah rangkuman artikel-artikel Populer Global sepanjang Senin hingga Selasa pagi.Baca juga: Bapak 55 Tahun Tewas Tertimpa Besi Angkat Beban di Gym, Dada Luka ParahGempa bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin malam.Pusat gempa berada pada 80 kilometer di lepas pantai prefektur Aomori dengan kedalaman 50 km.Gempa itu dilaporkan memicu peringatan tsunami. Penduduk setempat pun telah diimbau untuk mengungsi.Baca selengkapnya di sini.Baca juga: Pengadilan Beijing Perintahkan Malaysia Airlines Bayar Kompensasi Rp 6,8 M kepada Keluarga Korban MH370Pemerintah Benin mengatakan, pihaknya menggagalkan upaya kudeta selang beberapa jam setelah sekelompok tentara mengumumkan di televisi, mereka telah menggulingkan Presiden Patrice Talon.Sumber militer dan keamanan mengatakan pada Minggu bahwa sekitar selusin tentara telah ditangkap, termasuk mereka yang berada di balik upaya kudeta tersebut, sebagaimana dilansir AFP.Wilayah Afrika Barat mengalami sejumlah kudeta dalam beberapa tahun terakhir seperti Niger, Burkina Faso, Mali, Guinea, dan Guinea-Bissau.Baca selengkapnya di sini.Baca juga: Kamboja Balas Serangan Udara Thailand, Tembakkan Roket BM-21Warga Hong Kong ramai-ramai memboikot pemilihan umum (pemilu) yang digelar pada Minggu , sebagai lampiasan amarah atas kebakaran apartemen yang menewaskan 159 orang.Akibatnya, jumlah pemilih dalam pemilu legislatif kali ini hampir mencapai rekor terendah, hanya selisih tipis dengan angka partisipasi terminim sejak kembali ke pemerintahan China pada 1997.Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hong Kong melaporkan tingkat partisipasi 31,9 persen, nyaris menyamai 30,2 persen pada pemilu 2021.Baca selengkapnya di sini.Baca juga: Israel Disebut Bukan Negara Demokrasi, Utusan AS: Mereka Monarki


(prf/ega)