JAKARTA, - Kecelakaan di bahu jalan tol kembali terjadi pada Minggu pagi.Menurut pakar keselamatan berkendara, sudah saatnya bahu jalan tol dipasang speed trap.Baca juga: Kecelakaan di Tol Jagorawi, Tabrak Belakang di Bahu JalanBahu jalan tol sering menjadi tempat kecelakaan, khususnya tabrak belakang.Foto: Tangkapan layar Kecelakaan karena ngebut di bahu jalan tol.Padahal, area tersebut sudah diperuntukkan khusus bagi mobil yang mengalami masalah darurat.Banyak pengendara yang menyalip kendaraan lain menggunakan bahu jalan, sementara ada kendaraan lain yang sedang berhenti di bahu jalan.Baca juga: Kesaksian Pemilik Daschcam yang Rekam Kecelakaan Innova di Bahu JalanSehingga, tabrak belakang pun tak terhindarkan.kompas.com Ilustrasi berhenti di bahu jalan tol.Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan bahwa seandainya para pengendara tertib berlalu lintas, pastinya tidak akan ada kecelakaan."Kebiasaan menyalip dari bahu jalan menjadi salah satu faktor banyaknya kecelakaan dan pasti fatal, karena perbedaan kecepatan," ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini."Kendaraan yang satu berhenti, yang lainnya kencang karena menyusul. Jika kebiasaan ini tidak dihilangkan, maka siap-siap menerima risiko tabrakan," kata Sony.Sony menambahkan, aturan lalu lintas sudah jelas: lajur dibagi dari kiri lajur lambat (60 km/jam), lajur tengah (80 km/jam), dan lajur kanan hanya untuk mendahului.Pengendara sebaiknya membiasakan jarak 2-3 detik atau perbedaan 20 km/jam dengan laju kendaraan di sisi kirinya."Sudah saatnya bahu jalan dikasih speed trap. Antisipasi bagi yang menyusul agar tidak tertib. Karena penindakan dari aparat juga minim. Polantas banyak yang toleransinya kelebihan," ujarnya.
(prf/ega)
Mengapa Bahu Jalan Tol Perlu Speed Trap untuk Keamanan?
2026-01-12 03:46:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:21
| 2026-01-12 03:14
| 2026-01-12 02:50
| 2026-01-12 02:06
| 2026-01-12 01:38










































