KB Bank Cetak Laba Rp 265 Miliar pada Kuartal III-2025, Berbalik dari Rugi Tahun Lalu

2026-01-12 10:30:27
KB Bank Cetak Laba Rp 265 Miliar pada Kuartal III-2025, Berbalik dari Rugi Tahun Lalu
JAKARTA, - PT Bank KB Indonesia Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp 265 miliar pada kuartal III-2025. Kinerja ini berbalik arah dari periode yang sama tahun lalu yang mencatat rugi Rp 2,73 triliun.Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, laba tersebut turun 31,88 persen atau sekitar Rp 124 miliar dari laba Rp 389 miliar.“Ini menandai tonggak penting dalam perjalanan pemulihan kami. Kami menyadari laba ini sebagian didukung oleh pendapatan non-operasional, terutama dari transaksi swap aset,” kata Direktur Keuangan KB Bank, Jang Hyuk Im, dalam public expose, Rabu .Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan kredit sebesar 10,83 persen secara tahunan. Total penyaluran kredit naik dari Rp 39,99 triliun pada kuartal III-2024 menjadi Rp 44,32 triliun pada periode yang sama tahun ini.Baca juga: Gelar RUPSLB, KB Bank Bahas Transformasi dan Kinerja Positif di Tengah Tantangan IndustriPenyaluran kredit tersebut sesuai dengan target perusahaan sebesar Rp 44-45 triliun sepanjang 2025. Pertumbuhannya juga melampaui rata-rata industri perbankan yang berada di kisaran 7-8 persen.Menurut Jang Hyuk Im, pertumbuhan kredit didorong oleh peningkatan di seluruh segmen, baik korporasi, UKM, maupun ritel.Segmen korporasi masih mendominasi dengan penyaluran Rp 22,32 triliun, disusul segmen ritel Rp 15,32 triliun dan UKM Rp 6,68 triliun. Secara pertumbuhan, kredit ritel mencatat kenaikan tertinggi sebesar 17,32 persen secara tahunan, diikuti kredit korporasi 9,92 persen, dan UKM 0,82 persen.“Ekspansi yang solid ini didorong oleh pertumbuhan yang kuat di semua segmen, dengan pinjaman normal atau pinjaman lancar meningkat sekitar 13 persen,” ujarnya.Dari sisi pendanaan, Direktur Retail Banking Bank KB Indonesia, Robby Mondong, menjelaskan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14,48 persen menjadi Rp 46,96 triliun.Baca juga: KB Bank Ganti Nama Jadi PT Bank KB Indonesia Tbk, Saham Naik 32 Persen dalam SebulanPertumbuhan DPK dipicu lonjakan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 38 persen secara tahunan menjadi Rp 14,46 triliun.“Dana murah melonjak 38 persen, memperkuat basis pendanaan, menurunkan biaya bunga, dan menjaga Net Interest Margin tetap stabil di 1,37 persen meski suku bunga fluktuatif,” kata Robby.


(prf/ega)