Mendagri Wajari Bupati di Aceh Tak Sanggup Tangani Bencana

2026-01-12 07:22:56
Mendagri Wajari Bupati di Aceh Tak Sanggup Tangani Bencana
JAKARTA, - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mewajarkan sikap para bupati dari sejumlah kabupaten di Aceh yang menyatakan tidak mampu menangani bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah mereka.Tito menuturkan, para kepala derah memang tidak akan sanggup menangani bencana di wilayahnya masing-masing karena akses jalan yang tertutup."Contohnya di Takengon, itu yang Aceh Tengah menyampaikan bahwa dia tidak mampu melayani, ya memang enggak akan mampu. Enggak akan mungkin. Karena apa? Karena dia sendiri tertutup (akses tertutup)," ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: Bupati Aceh Selatan Teken Surat Tak Sanggup Tangani Banjir dan Longsor"Ada Kepala Daerah yang menyatakan tidak sanggup, ya gimana mau sanggup? Jadi teman-teman wartawan datang ke lokasi dan lihat sendiri," imbuh dia.Ia menyebutkan, Provinsi Aceh memerlukan dukungan pangan yang didistribusikan melalui udara lantaran akses darat terputus."Dia perlu untuk dukungan satu, pangan. Pangannya harus diambil dari luar, menggunakan pesawat. Dia enggak punya pesawat. Maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat," ucap Tito.Baca juga: Bupati Aceh Timur: Rakyat Kami 2 Hari Tidak Makan…Mendagri menegaskan, pemerintah pusat akan mengambil alih distribusi bantuan tersebut.Menurut rencana, pengiriman logistik via udara berasal dari Jakarta dan Medan.Tito memahami keputusan para bupati yang menyatakan tidak mampu karena distribusi makanan terganggu akibat jalan terputus.Saat ini, proses penanganan pascabanjir juga sulit dilakukan karena akses jalan yang belum memungkinkan adanya penggunaan alat berat.Baca juga: Terobos Desa Terisolasi Banjir, Bupati Ayahwa Sewa Alat Berat Swasta"Bagaimana mungkin kemampuan Pemda Aceh Tengah untuk melakukan mobilisasi alat berat, untuk memperbaiki jembatan, memperbaiki jalan-jalan yang pecah, patah, memperbaiki yang longsor, tertutup. Terkunci dari utara, dari Lhokseumawe, juga terkunci dari selatan. Jadi jalan-jalannya betul-betul putus," kata Tito."Jadi tolong teman-teman juga kalau melihat satu surat, jangan hanya melihat suratnya saja, lihat kondisinya. Kondisinya enggak akan mungkin mampu," imbuh dia.Setidaknya ada tiga bupati yang menyatakan tidak mampu menangani banjir, yakni Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.Baca juga: Mendagri Tito: Pemerintah Pusat Percepat Pemulihan Aceh Pasca-banjirHingga Minggu , Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat 442 orang meninggal dunia, 402 orang hilang, dan 646 orang luka-luka akibat banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Dari angka itu, 217 orang yang meninggal dunia berada di wilayah Sumut, 129 orang di Sumbar, dan 96 orang di Aceh.Sementara itu, 209 orang di Sumut masih dinyatakan hilang, di Sumbar ada 118 orang dinyatakan hilang, dan 75 orang dinyatakan hilang di Aceh.


(prf/ega)