Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid, Perbankan Didorong Terhubung dengan Koperasi

2026-02-06 03:16:21
Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid, Perbankan Didorong Terhubung dengan Koperasi
JAKARTA, - Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas mendorong penguatan ekonomi masyarakat.Ini dilakukan melalui Program Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid dengan menggandeng Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kementerian Koperasi (Kemenkop).Program ini menyasar 12.000 jaringan masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia.Baca juga: Kisah di Balik Masjid Pancasila, Saat PNS Dipaksa Sedekah oleh SoehartoSHUTTERSTOCK/IMRANKADIR Ilustrasi ekonomi syariah, keuangan syariah.Setiawan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada penguatan ekonomi rakyat.“Ini menjadi langkah strategis menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global di tahun 2026,” kata Setiawan dalam keterangannya, Selasa .Dalam program tersebut, pihaknya akan bertindak sebagai katalisator yang menghubungkan perbankan dengan koperasi, termasuk unit usaha yang dikelola masjid.Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop).Baca juga: Pecahkan Rekor Muri, PT PP Bangun Masjid dengan Menara Jam Analog Terbesar di IndonesiaKerja sama ini difokuskan pada penguatan program koperasi dan pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional ke depan.Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting untuk menjalankan amanat Presiden Prabowo agar koperasi mengejar ketertinggalan dengan BUMN dan swasta.“Koperasi harus bisa menjadi soko guru ekonomi kembali,” katanya.KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Ketua KPBS Pangalengan, Aun Gunawan (kemeja biru), dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat memberikan sambutan di fasilitas pengolahan susu KPBS Pangalengan, kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin .Untuk itu, imbuh Ferry, pihaknya akan terus melakukan transformasi kelembagaan dan digitalisasi koperasi.Baca juga: BTN Sediakan Layanan Donasi Pakai QRIS di Masjid Seluruh IndonesiaFerry menyampaikan, koperasi diharapkan tidak hanya bergerak di bidang konsumsi, tetapi juga produksi dan perkreditan rakyat sebagai lembaga keuangan mikro.“Koperasi pembiayaan syariah bisa membantu masyarakat agar tidak terjebak pinjol dan bank emok,” ujarnya.Menurut dia, selain ekonomi kerakyatan berbasis masjid, terdapat potensi besar dalam penguatan koperasi pondok pesantren.Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fathurrahman Kamal menilai masjid tidak boleh hanya menjadi pusat ritual.Baca juga: DMI Hadirkan Program Rumah Wirausaha Masjid“Masjid juga harus bisa menjadi pusat gerakan ilmu, dakwah, dan kesejahteraan umat,” katanya.Dengan jaringan masjid yang luas serta aset dan sumber daya yang besar, Fathurrahman menyebut pihaknya telah menyiapkan kerangka kerja pengembangan ekonomi berbasis masjid.Sejumlah komponen utama dalam program tersebut meliputi pembentukan Lembaga Bisnis Masjid seperti BMT dan koperasi, pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, pengembangan unit usaha masjid di sektor ritel dan jasa, pengembangan UMKM berbasis masjid, serta penguatan manajemen zakat dan wakaf produktif.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-06 02:55