Rekam Jejak Membawa Uus Kuswanto Dipilih Pramono Jadi Sekda DKI

2026-02-03 09:08:32
Rekam Jejak Membawa Uus Kuswanto Dipilih Pramono Jadi Sekda DKI
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan di balik penunjukan Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.Mantan Sekretaris Kabinet itu mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah menilai rekam jejak dan kemampuan Uus sebagai administrator yang dianggap kuat dan berpengalaman.“Kenapa kemudian pilihannya kepada Pak Uus? Saya melihat rekam jejak, dan saya membutuhkan seorang administrator yang ulung, yang kuat, karena untuk substansi,” ucap Pramono usai melantik Uus di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: Uus Kuswanto Dilantik Jadi Sekda DKI Hari Ini, Karangan Bunga Penuhi Balai KotaPramono menuturkan, penilaiannya terhadap Uus juga dipengaruhi pengalaman panjangnya di pemerintahan pusat selama 25 tahun. Ia merasa memahami tipe pejabat yang dibutuhkan untuk memperkuat birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.Menurut Pramono, Uus adalah figur yang bisa bekerja sejalan dengan dirinya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam membawa Jakarta menjadi kota yang aman, nyaman, dan berdaya saing global.“Dengan pengalaman panjang saya sebagai orang yang bekerja di Pemerintah Pusat 25 tahun, saya tahu apa yang saya butuhkan,” kata dia.Isu mengenai adanya lobi atau tekanan dari pihak tertentu terkait penunjukan Uus sebagai Sekda DKI langsung dibantah Pramono.Ia menegaskan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak ada pihak yang memengaruhi keputusannya.Baca juga: Pelantikan Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto Digelar Tertutup, Ada Apa?“Tidak ada sama sekali lobi yang bisa memengaruhi keputusan saya. Maka ketika sudah memutuskan menominasikan utama Pak Uus, tentunya itu adalah bagian dari tanggung jawab saya,” ucap Pramono.Pramono menagku baru bertemu langsung dengan Uus setelah pelantikan berlangsung. Hal itu disebutnya sebagai bagian dari profesionalisme.“Jadi saya baru ketemu ini tadi dengan Pak Uus. Itulah bagian dari profesionalisme yang saya junjung tinggi,” lanjut dia.Pramono juga mengakui proses pencarian Sekda DKI memang sengaja dilakukan tanpa sorotan publik.Meski demikian, tahapan seleksi tetap dijalankan lengkap, dimulai dari 10 kandidat hingga mengerucut menjadi tiga nama.“Sebenarnya proses itu berjalan. Jadi awalnya 10 orang menjadi tiga orang juga ada. Tetapi memang dalam hal begini saya berkeinginan proses itu jangan terlalu heboh lah, yang paling penting memilih orang yang terbaik,” ucap Pramono.Baca juga: Tunjuk Uus Kuswanto Jadi Sekda DKI, Pramono: Tidak Ada Lobi yang Pengaruhi Keputusan SayaIa menambahkan, seleksi dilakukan dengan memadukan mekanisme terbuka dan manajemen talenta.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-03 07:42