Anggota DPRD Gorontalo Mustafa Yasin Jadi Tersangka Kasus Haji dan Umrah Ilegal, Rugikan Jemaah Rp2,5 Miliar

2026-02-02 12:56:56
Anggota DPRD Gorontalo Mustafa Yasin Jadi Tersangka Kasus Haji dan Umrah Ilegal, Rugikan Jemaah Rp2,5 Miliar
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Mustafa Yasin, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan penyelenggaraan haji dan umrah ilegal oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo.Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari puluhan warga yang menjadi korban keberangkatan haji dan umrah tidak resmi sejak tahun 2017 hingga 2024.Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo, menjelaskan bahwa praktik tersebut berlangsung cukup lama dengan modus yang rapi.Selama tujuh tahun, Mustafa Yasin memberangkatkan sejumlah jemaah ke Tanah Suci menggunakan visa kerja, bukan visa haji atau umrah resmi.“Saat itu belum terdeteksi karena modusnya cukup rapi. Mereka merekrut calon jemaah lewat media sosial seperti Facebook, dan juga secara langsung dari rumah ke rumah hingga ke wilayah Ternate,” ujar Widodo dalam konferensi pers di Mapolda Gorontalo, Selasa .Baca juga: Pencegahan Korupsi di Gorontalo Masih Zona Merah, KPK Beri Pendampingan SepekanKasus ini mulai terbongkar setelah para korban asal Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, melapor ke pihak kepolisian.Dari hasil penyelidikan, jumlah korban mencapai 62 orang dengan total kerugian Rp2,54 miliar.“Setiap calon jemaah membayar Rp150 juta hingga Rp175 juta,” kata Kapolda.Dari total korban, sebanyak 44 orang batal berangkat, 9 orang terhenti di Dubai, dan 32 orang sempat tiba di Jeddah.Sementara itu, 16 jemaah lainnya berhasil melaksanakan ibadah haji, meski menggunakan visa yang tidak sesuai aturan.Baca juga: Pencegahan Korupsi di Gorontalo Masih Zona Merah, KPK Beri Pendampingan SepekanMenurut polisi, motif Mustafa Yasin diduga kuat untuk keuntungan finansial pribadi. Ia memanfaatkan kepercayaan masyarakat dengan mengaku dapat memberangkatkan haji dan umrah denan biaya lebih murah.Akibat perbuatannya, Mustafa Yasin dijerat dengan pasal berlapis, yakni penipuan dan penggelapan serta pelanggaran terhadap Pasal 120 dan 121 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.“Kasus ini kami kenakan pasal penipuan dan penggelapan serta pelanggaran terhadap Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” jelas Widodo.Jika terbukti bersalah, Mustafa terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp6 miliar.Baca juga: Rumah Diguncang Gempa, Warga Gorontalo Panik Berdiri di Tepi Jalan Menunggu AmanMustafa Yasin lahir di Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, pada 15 Juni 1984. Ia dikenal sebagai politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berhasil duduk di DPRD Provinsi Gorontalo melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2024.Dalam pemilu tersebut, pria berusia 41 tahun ini berhasil meraih 7.134 suara, menjadikannya salah satu kader muda PKS yang cukup menonjol di wilayah Gorontalo.Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Maret 2025, Mustafa Yasin tercatat memiliki total harta kekayaan minus Rp878.250.670.Secara keseluruhan, ia memiliki aset senilai Rp3,41 miliar, namun dibebani utang sebesar Rp4,29 miliar. Dengan demikian, total kekayaannya tercatat negatif.Artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com dengan judul BREAKING NEWS: Anggota DPRD Gorontalo Mustafa Yasin Jadi Tersangka Penipuan Haji dan Umrah


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-02-02 11:57