Pilu Warga Aceh Tengah karena Banjir dan Longsor: Listrik Mati, Sembako Sulit dan Mahal

2026-01-11 22:58:32
Pilu Warga Aceh Tengah karena Banjir dan Longsor: Listrik Mati, Sembako Sulit dan Mahal
ACEH TENGAH, - Warga korban terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.Salah seorang warga Takengon, Aceh Tengah, Yayan, mengungkapkan bahwa masyarakat di sana kini sedang dalam serba kesulitan.Tidak hanya korban, warga yang tidak terdampak juga mulai kekurangan logistik."Kondisi kami di sini jaringan internet tidak ada, listrik mati, BBM juga tidak ada. Jalan putus sehingga mobil yang membawa sembako juga tidak ada yang masuk," keluhnya saat diwawancarai Kompas.com, Selasa .Baca juga: Drama Penyelamatan di Aceh Tengah: Aktivis Lingkungan Tempuh Perjalanan 2 Hari 3 MalamYayan mengaku, warga Aceh Tengah, khususnya pengungsi, mulai panik lantaran mereka kekurangan stok makanan.Bantuan logistik yang masuk masih sangat minim sehingga belum merata."Keperluan mendesak kayak sembako, beras, dan minyak. Obat-obatan, kebutuhan untuk anak-anak serta lansia," ujarnya.Selain itu, menurut Yayan, stok sembako yang kini masih tersedia di pasar-pasar Kota Takengon harganya mulai mahal."Di sini beras kalau ada pun harganya dimahalin. Untuk BBM di SPBU dibatasi, kalau motor cuma isi Rp 20 ribu, dan mobil Rp 100 ribu," katanya.Baca juga: Demi Dapat Internet, Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah: Ada Mahasiswa Kerjakan Tugas, atau Hubungi Keluarga"Takengon 70 persen pembangunannya (rumah) hancur. Paling banyak di pinggiran Danau Lut Tawar, kampung-kampung di sana rata terkena," tuturnya.


(prf/ega)