Ramah Lingkungan, Siswa SD Katolik Santo Yusup Sidoarjo Buat Pohon Natal dari 2.000 Botol Bekas

2026-01-12 06:42:44
Ramah Lingkungan, Siswa SD Katolik Santo Yusup Sidoarjo Buat Pohon Natal dari 2.000 Botol Bekas
SIDOARJO, - Sebuah pohon Natal setinggi lebih dari tiga meter berdiri di SD Katolik Santo Yusup, Kelurahan Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin .Bukan seperti biasanya, pohon Natal tersebut dibuat dari sekitar 2.000 botol plastik bekas yang dikumpulkan para siswa selama enam bulan.Kepala SD Katolik Santo Yusup, Isidora Iva Handayani, mengatakan bahwa ide pembuatan pohon Natal dari botol air mineral bekas tersebut merupakan upaya memanfaatkan sampah plastik yang kerap terbuang sia-sia.“Botol-botol bekas minuman yang tidak terpakai itu akhirnya kami manfaatkan. Selama satu semester, botol-botol ini dikumpulkan untuk pembuatan pohon Natal,” ujar Isidora, Senin.Baca juga: Tren Pohon Natal Warna Pink Curi Perhatian, Sentuhan Kreatif dari SurabayaSetelah botol terkumpul, proses pembuatan pohon Natal dilakukan selama sekitar dua minggu dengan melibatkan seluruh siswa.Siswa kelas 4 hingga kelas 6 mengecat dan membentuk botol plastik menjadi daun pohon Natal, sementara siswa kelas 1 hingga kelas 3 membuat pernak-pernik hiasan dari bahan daur ulang.“Total ada sekitar 2.000 botol yang digunakan untuk membuat pohon Natal beserta pernak-perniknya,” kata Isidora.Baca juga: Jemaat GITJ Juwana Pati Kompak Merangkai Pohon Natal Cantik dari 1.755 Botol PlastikIsidora mengungkapkan, dalam proses pembuatan pohon Natal tersebut, para guru hanya berperan mendampingi siswa dalam berkreasi. Sementara itu, rangka pohon dibuat oleh guru menggunakan besi ringan sebagai penopang utama.“Kami guru hanya mendampingi dan sedikit membantu siswa dalam proses pengerjaannya. Kalau ada bagian yang agak sulit, baru guru yang mengambil peran,” ujarnya.Selain pohon Natal, sekolah juga menghadirkan gua Natal yang terbuat dari kertas semen bekas.Di dalam gua itu terdapat fragmen kelahiran Yesus Kristus yang menggambarkan sukacita seluruh makhluk dalam menyambut Sang Juru Selamat.Pembuatan gua Natal tersebut turut melibatkan siswa dengan pendampingan guru, termasuk guru kesenian sekolah.“Gua ini juga hasil karya anak-anak. Untuk teknis tertentu memang dibantu guru, kebetulan kami memiliki guru seni khusus di sekolah ini,” kata Isidora.Kini, pohon Natal dan gua ramah lingkungan tersebut menjadi spot foto favorit bagi siswa dan wali murid. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen sekaligus mengapresiasi kreativitas sekolah dalam memadukan nilai religius, edukasi lingkungan, dan pembelajaran karakter.Baca juga: Angkat Kearifan Lokal, Ada Pohon Natal dari 1.250 Pudak di Aston Gresik Hotel


(prf/ega)