Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Ini Judul dan Penampakannya

2026-01-12 06:12:52
Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Ini Judul dan Penampakannya
- Setelah setahun proses pengerjaan, buku penulisan ulang sejarah Indonesia dirilis pada Minggu .Buku ini berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" dan terdiri dari sebelas jilid.Total ada 7.958 halaman dari kontribusi 123 penulis.Warna biru muda menjadi warna latar sampul setiap jilid buku.Di sampul depan terpampang peta Indonesia.Dalam acara peluncuran di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat tampak setiap jilid buku tebalnya berbeda.Sekilas, jilid paling tebal ada pada jilid 1 yang berjudul "Akar Peradaban Nusantara."Setiap jilid berisi bab-bab dan beberapa sub-judul lagi.Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud, Restu Gunawan memastikan proses penyusunan buku dilakukan melalui serangkaian tahapan yang ketat dan terukur.Dimulai dari persiapan konsep pada Januari 2025.Baca juga: Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Dirilis, Setebal 7.958 Halaman"Penyelesaian naskah oleh penulis, yaitu penulisan naskah akhir oleh seluruh penulis pada 16 sampai 23 Agustus," ucap Restu.Adapun salah satu editor umum penulisan buku ini, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum. menyatakan salah satu tema utama di dalam penulisan ini adalah reinventing Indonesian identity."Kita menemukan kembali, berusaha menemukan kembali identitas ke-Indonesiaan yang makin lama makin tergerus," kata Singgih.Sementara itu Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap jajarannya dapat menambah penulisan buku-buku sejarah lainnya di tahun depan."Ada sejarah saya kira salah satu yang penting untuk kita tulis dari salah satu jilid ini. Tetapi harus kita pertajam, perluas karena kroniknya cukup lumayan banyak, dinamikanya banyak. Yaitu sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, 1945-1950," ujar Fadli Zon."Sebenarnya sampai 1949 tapi biar lengkap ujungnya itu adalah kita menjadi negara kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1950," sambungnya.Selain itu, Fadli Zon beropini perlu juga menulis buku sejarah tentang kerajaan-kerajaan atau kesultanan di Indonesia seperti era Majapahit, Sriwijaya, Pajajaran, dan maupun perjuangan lainnya.Baca juga: Pembengkakan Halaman Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Editor Ungkap Kisahnya


(prf/ega)