Polisi Bongkar Makam Anak 14 Tahun di Kukar, Selidiki Kekerasan oleh Teman Sebaya

2026-01-12 05:19:59
Polisi Bongkar Makam Anak 14 Tahun di Kukar, Selidiki Kekerasan oleh Teman Sebaya
KUKAR, - Polisi membongkar makam seorang anak berinisial R (14) di Tempat Pemakaman Muslimin, Jalan Soekarno-Hatta, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.Langkah ini diambil setelah ibu korban melaporkan adanya kejanggalan pada kematian anaknya.Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agusetyawan, mengatakan pembongkaran makam dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan forensik dan memastikan penyebab kematian R.“Adanya laporan dari masyarakat menjadi dasar kami melakukan pemeriksaan. Diduga ada kaitannya dengan perkara pidana. Untuk membuat terang perkara tersebut, salah satu langkah yang kami lakukan ialah pengangkatan kembali jenazah untuk kepentingan otopsi atau eksumasi,” ujar Agusetyawan pada Senin .Baca juga: Diduga Dibunuh, Polisi Bongkar Makam Bocah 4 Tahun di GroboganPolisi menduga R mungkin menjadi korban kekerasan oleh teman sebayanya. Namun kesimpulan baru dapat diambil setelah hasil otopsi keluar, yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua minggu.Selain eksumasi, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan yang relevan.“Kami masih menunggu hasil dari tim dokter forensik untuk memastikan apakah kematian korban ada unsur pidananya atau tidak,” ujar Agusetyawan.Hasil otopsi tersebut nantinya akan menjadi dasar penyidik menentukan langkah lanjutan dalam penanganan kasus ini.Baca juga: Anak di Samarinda Pulang Sambil Menangis Lalu Meninggal, Diduga Dianiaya Teman SebayaKasus bermula pada Jumat , ketika R pulang ke rumah dalam kondisi menangis dan mengeluh sakit kepala.Ibunya, Sartia (41), mengira anaknya hanya kelelahan.“Dia datang jam 9 malam sambil menangis. Katanya kepalanya sakit. Saya pikir cuma sakit biasa, jadi saya kasih minyak kayu putih,” ujarnya.Tak lama kemudian, keadaan R memburuk.“Saya panggil-panggil, nggak ada respons. Sekitar jam setengah satu malam terdengar suara ngorok, tak lama kemudian dia meninggal,” kata Sartia.Keesokan paginya, keluarga menemukan kejanggalan pada tubuh R: busa di mulut, darah di hidung, lebam di punggung, dan pembengkakan pada mata.Baca juga: Darurat Kekerasan Anak, Ketua Komisi X Dorong Guru BK Lebih PerhatianAwalnya keluarga tidak curiga dan memakamkan R tanpa visum. Namun status WhatsApp seorang teman korban berbunyi,


(prf/ega)