Trump Melunak, Nvidia Boleh Jual Chip AI Canggih ke China Lagi

2026-01-12 04:57:37
Trump Melunak, Nvidia Boleh Jual Chip AI Canggih ke China Lagi
Ringkasan berita: - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya melunak. Kini, ia memberikan lampu hijau kepada Nvidia untuk mengapalkan kembali chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) canggihnya ke China.Sebelumnya, pabrikan semikonduktor itu dilarang mengekspor chip pengolah grafis (GPU) AI canggih mereka, seperti Nvidia H200. Hal ini juga berlaku untuk pabrikan lain, termasuk AMD.Perizinan ini diumumkan Trump lewat akun pribadinya di media sosial Truth Social."Saya telah memberi tahu Presiden Xi (Xi Jinping) bahwa AS akan mengizinkan Nvidia untuk mengirimkan produk (GPU) H200 untuk pelanggan yang disetujui di China dan negara lain," kata Trump.Trump mengeklaim bahwa Presiden Xi Jinping menyambut positif hal ini. Ia juga mengatakan bahwa AS akan mendapat 25 persen dari ekspor chip AI Nvidia ke China ini."Kebijakan ini akan mendukung lapangan pekerjaan, menguatkan manufaktur Amerika, dan memberikan manfaat bagi para wajib pajak di Amerika," kata Trump.Baca juga: Ribuan Chip AI Nvidia yang Diblokir AS, Mengalir ke China lewat JakartaDalam posting yang sama, Trump juga menyinggung kebijakan pembatasan ekspor chip Nvidia yang terbit di era pemerintahan Joe Biden, yang tak lain pesaingnya di Pemilihan PPresiden AS tahun 2020.Trump mengatakan bahwa kebijakan Biden, yang membatasi chip AI flagship Nvidia, membuat perusahaan besar AS harus membuat produk dengan spesifikasi lebih rendah, yang mana kurang diminati pasar.Walhasil, perusahaan akan merugi secara materil. Sindiran ini tampaknya merujuk pada H20, satu-satunya chip canggih Nvidia yang bisa dikirim ke China.Walaupun canggih, kemampuan komputasinya masih di bawah chip AI Nvidia lain, termasuk H200.Chip H20 sebetulnya laris manis di China. Namun, pemerintah AS kembali membatasi ekspor ke Negeri Tirai Bambu. Akibatnya, Nvidia kala itu terancam kerugian sekitar 5,5 miliar dollar AS (sekitar 92,5 triliun).CEO Nvidia, Jensen Huang juga pernah mengkritik kebijakan pembatasan ekspor chip AI ke China ini. Ia mengatakan bahwa apabila AS ingin menjadi pemimpin di bidang AI, penyebaran teknologinya harus dimaksimalkan, bukan dibatasi.Pembatasan ekspor, kata Huang, membuat perusahaannya merugi. Ia pun berharap pemerintah AS legowo dan membuka pintu ekspor chip AI lagi ke China. Keinginan Huang itu akhirnya dikabulkan Trump."Era itu (pembatasan ekspor) telah berakhir. Kami akan melindungi keamanan nasional, membuka lapangan kerja di AS, dan tetap menjadikan AS memimpin AI," kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.Baca juga: Nvidia Hadapi Kerugian Rp 92 Triliun Imbas Ekspor Chip Dibatasi


(prf/ega)