JAKARTA, - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan industri halal kini menjadi kekuatan ekonomi global, bukan sekadar isu keagamaan.Ia menilai Indonesia perlu memperkuat ekosistem halal agar UMKM dan produk nasional mampu bersaing di pasar internasional. Nilai transaksi industri halal dunia disebut mencapai Rp 21 triliun."Halal itu jangan ditarik-tarik untuk urusan agama semata. Halal itu mesin pertumbuhan ekonomi," ujar Ahmad Haikal dalam diskusi dengan media di FX Sudirman, Jakarta, Jumat .Baca juga: Ada Syarat Amdal, Jumlah UMKM Daftar Izin Halal Turun dari 10.0000 Jadi 2.000 Per HariIa menyebut banyak negara non-muslim sudah mengembangkan industri halal. Tiga negara dengan pendapatan terbesar dari industri halal bahkan bukan negara mayoritas muslim, yaitu China, Brazil, dan Amerika Serikat (AS).Ia mencontohkan konsumsi daging di Malaysia dan Singapura yang sebagian besar berasal dari Brazil. Kondisi ini menunjukkan industri halal telah menjadi sektor ekonomi global yang kompetitif.Menurut Ahmad Haikal, sejumlah negara punya cara pandang berbeda soal industri halal. China menyebut halal sebagai turbo growth.AS menyebut halal sebagai symbol of health. Korea Selatan menyebut halal is double clean. Eropa menyebut halal sebagai elite food."Jadi terimalah, buka mata, bahwa halal itu sudah menjadi lifestyle," kata dia.Ia menekankan Indonesia perlu melihat halal sebagai peluang ekonomi strategis. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Presiden Prabowo menempatkan isu halal dalam dua poin prioritas nasional."Sebentar lagi halal akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Di dunia itu, transaksi industri halal mencapai Rp 21 triliun, ini bukan jumlah yang kecil," ucapnya.Baca juga: BPJPH Tetapkan Vaksin HPV NusaGard Halal, Sudah Disahkan MUIIa mengatakan pemerintah ingin UMKM memiliki daya saing melalui sertifikasi halal yang terjangkau dan mudah.Produk luar negeri masuk ke Indonesia dengan kemasan menarik, harga murah, dan sudah berlogo halal. Kondisi ini berpotensi menekan produk UMKM yang belum tersertifikasi.Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) disiapkan untuk mendorong UMKM mengurus sertifikasi halal. Kuota yang disediakan mencapai 1 juta sertifikat gratis pada 2025.Ia berharap ekosistem halal memberi kontribusi besar terhadap target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen."Jadi semoga industri halal punya kontribusi yang cukup signifikan untuk mencapai pertumbuhan 8 persen ekonomi," pungkasnya.
(prf/ega)
Transaksi Halal Dunia Capai Rp 21.000 Triliun, RI Harus Bersiap Ambil Peluang
2026-01-12 05:55:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:29
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 05:53
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 05:11










































