Ibadah Natal Berjalan Aman, Gereja Katedral Ucapkan Terima Kasih ke TNI-Polri

2026-01-15 07:06:05
Ibadah Natal Berjalan Aman, Gereja Katedral Ucapkan Terima Kasih ke TNI-Polri
Gereja Katedral telah menyelesaikan penyelenggaraan ibadah misa Natal 2025 dengan aman dan lancar. Pihak Gereja Katedral pun menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu mengamankan penyelenggaraan kegiatan ibadah dari awal hingga selesai."Saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas segala dukungan dari jajaran TNI, Polri, kemudian juga dari ormas, kemudian juga dari Satpol PP," kata Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie kepada wartawan di gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).Susy turut menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Masjid Istiqlal yang telah menyediakan parkir bagi para jemaat serta dibukanya terowongan silaturahmi untuk mempermudah proses jemaat menuju ke gereja."Dan tidak ketinggalan juga dari teman-teman terdekat yaitu Badan Pengelola Masjid Istiqlal untuk menyediakan parkir, kemudian juga terowongan silaturahmi kita bisa buka, kemudian juga di Sekolah Santa Ursula, Kantor Pos, kemudian Bekang TNI AD," ujar Susy."Dan juga semua jajaran yang telah membantu, bagaimana juga TNI, Polri, dengan setia setiap hari mendampingi dengan sterilisasi dan sebagainya, dan pendampingan. Dan juga tak lupa yang terdekat yaitu rekan-rekan Polsek dan juga Koramil yang juga di bawah Polres Jakarta Pusat," lanjutnya.Tak lupa, Susy juga menyampaikan permohonan maaf jika selama proses pelaksanaan masih ada hal yang kurang maksimal. Dia berharap damai Natal membawa sukacita."Dan mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan, dan juga yang belum tersebutkan misalnya, mohon maaf dan juga kami mengucapkan terima kasih banyak dan Selamat Natal bagi yang merayakan. Dan juga bagi semua, semoga damai Natal dan sukacita Natal membawa terang dan harapan bagi kita semua," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-15 06:49