Ribuan Kayu Gelondongan Terlihat di Desa Garoga Tapanuli Selatan, Wargapun Bertanya-tanya

2026-01-11 04:17:55
Ribuan Kayu Gelondongan Terlihat di Desa Garoga Tapanuli Selatan, Wargapun Bertanya-tanya
TAPANULI SELATAN, – Ribuan batang kayu gelondongan terlihat pascabanjir bandang yang meluluhlantakkan Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Sepanjang mata memandang ribuan batang kayu gelondongan berukuran kecil hingga besar berserakan di mana-mana. Mulai dari aliran sungai, jalanan desa, hingga menimpa reruntuhan rumah warga terlihat potongan-potongan kayu.Baca juga: Warga Garoga Tetap Ingin Pulang Meski Rumah Disapu Banjir: Ke Mana Lagi Awak Pulang?Keberadaan kayu-kayu inilah yang menjadi aktor utama penghancur rumah, menghantam dinding beton hingga rata dengan tanah.Menjawab misteri asal-usul kayu tersebut, Koordinator Program Penyelamatan dan Kedaruratan Baznas Tanggap Bencana (BTB), Taufiq Hidayat, memberikan penjelasannya saat meninjau lokasi bencana.Berdasarkan analisis di lapangan, Taufiq menduga kayu-kayu tersebut berasal dari kawasan perbukitan atau hulu sungai akibat adanya penebangan pohon.Baca juga: Nestapa Desa Garoga, Lenyap Disapu Gelondongan Kayu dan Lumpur Banjir Tapanuli Selatan"Lajunya air terhambat bisa jadi karena banyaknya pohon-pohon yang sudah tumbang atau ditebang, kemudian terseret arus, kemudian dia tersangkut, menjadi semacam kayak bendungan," jelas Taufiq.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Gelondongan kayu di Desa Garoga, Tapanuli Selatan yang hilang ditelan banjir dan longsor Tumpukan pohon tumbang dan material hutan itu pun menahan aliran air saat terjadi hujan deras selama berhari-hari.Namun, saat curah hujan semakin tinggi, kayu-kayu tersebut pun tak mampu menahan debit air yang terus bertambah."Karena hujan curahnya tinggi, lepaslah dia karena tidak kuat menahan. Akhirnya lepas semua membawa semua material-material yang ada di atas bukit, termasuk kayu-kayu yang mungkin tadi menahan lajunya air," ujar Taufiq.Baca juga: Kayu Dulu, Baru Air, Kesaksian Mencekam Warga Garoga Saat Desa Diratakan Banjir Bandang TapselGelombang air yang bercampur dengan material kayu inilah yang kemudian meluncur deras ke bawah, menghantam Desa Garoga dengan kekuatan destruktif yang besar."Akhirnya sampai ke bawah sini dan melebar semuanya, merusak bangunan-bangunan atau apapun yang dilintasinya semua," sambungnya.Senada, sejumlah warga Desa Garoga juga memiliki dugaan serupa terkait asal muasal kayu tersebut.Ida Rohana, salah satu warga, menyebut warga sempat mendapat informasi mengenai adanya aktivitas pembukaan lahan perkebunan sawit di wilayah hulu."Banyak kayu ya dari PT-PT itulah. Ada orang itu buka lahan 200 hektar kata orang. Lahan sawit," sebut Ida.


(prf/ega)