BANDUNG, — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pekerja lapangan saja dalam menangani kasus penebangan atau perusakan kebun teh di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung.Harusnya pengusutan dilanjutkan dan menyasar pada aktor utama yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas ini. Untuk penanganan kasus ini menjadi kewenangan dari Polda Jawa Barat dan Blai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum). Baca juga: Penurunan Muka Tanah di Bandung Raya Capai 12 Cm per Tahun, Wilayah Ini Paling Terdampak"Namun harapan saya, penindakan jangan berhenti hanya pada pekerja lapangan. Harus dicari siapa aktor utama yang bertanggung jawab,” di jumpai di Perkebunan Teh Malabar, Block Pahlawan, Kecamatan Pangalengan, Selasa .Menurut Dedi, penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif, dengan tetap berpegang pada alat bukti yang dimiliki aparat penegak hukum.Ia menilai, pengungkapan aktor utama menjadi kunci agar kasus serupa tidak terus berulang di kemudian hari.Baca juga: Kinerja Farhan Selama 9 Bulan Dikritik Para Guru Besar di Bandung, Justru Masih Disayang“Tentu semua itu bergantung pada alat bukti yang dimiliki aparat penegak hukum,” ujarnya.Sebelumnya, upaya pengalihan lahan kebun teh menjadi sayuran kembali terjadi di Kecamatan Pangalengan.Titik perkebunan teh Malabar, Block Pahlawan, menjadi salah satu yang dirusak.Pengrusakan itu sempat memancing aksi demonstasi sejumlah pekerja perkebunan teh dan viral di sosial media instagram, beberapa waktu lalu.Baca juga: Bencana Alam Jadi Tantangan Pengamanan Natal-Tahun Baru di Kabupaten BandungPeristiwa tersebut bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada 22 April 2025 lalu, sejumlah pekerja pekebunan teh melakukan aksi serupa.Diketahui, aksi demontrasi itu dilakukan oleh Serikat Pekerja Perkebunan teh Korwil Cinyiruan dan Kertasari.Mereka sepakat menolak upaya pengalihan itu, kemudian melakukan unjuk rasa di pabrik teh Malabar untuk menuntut proteksi dari PTPN dan upaya tegas dalam menghentikan penyerobotan kebun teh.Baca juga: Bencana Alam Jadi Tantangan Pengamanan Natal-Tahun Baru di Kabupaten BandungMeski kepolisian sudah menangkap sejumlah pelaku pengrusakan, untuk mencegah terjadinya aktivitas ilegal lanjutan, pemerintah juga telah menyiagakan pos pengamanan di lokasi yang terdampak.Pos tersebut disiapkan guna menjaga kawasan agar tetap aman serta mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
(prf/ega)
Terkait Kasus Penebangan dan Pengarapan Kawasan di Pangalengan, Dedi Mulyadi Minta Aparat Harus Usut Aktor Utama
2026-01-12 05:05:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:27
| 2026-01-12 03:43
| 2026-01-12 02:48










































