PATI, - Di balik senyum hangat Yuli Sanjoto, seorang ibu dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersimpan sebuah kisah perjuangan dan cinta tak terhingga.Yuli adalah seorang pelaku usaha mikro yang sukses mengelola beberapa jenis bisnis, mulai dari madu murni, kopi, hingga kuliner modern, yang semuanya berakar dari niat tulus untuk memberikan yang terbaik bagi putranya, Atha Dzaky Kartiko (11), seorang anak istimewa penyandang Down Syndrome.Kisah usaha Yuli bermula pada tahun 2018 di Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.Sebagai warga desa, ia sering mendapat madu asli dari peternak luar kota yang menyewa lahan miliknya saat pohon randu berbunga.Madu murni inilah yang awalnya ia konsumsi untuk Atha, putranya yang berkebutuhan khusus.“Anak Down Syndrome itu, kalau pakai pemanis buatan atau gula tebu, memicu hiperaktif. Jadi, pemanisnya itu pakai madu,” ujar dia.Baca juga: Evih dan Dilema Mencari Nafkah: Bolehkah Ibu Bekerja Sambil Bawa Anak Disabilitas?Melihat kebutuhan sesama orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus akan madu murni, Yuli mengubah skema sewa lahannya.Ia mulai meminta madu sebagai ganti uang sewa dan menjualnya secara profesional.Madu tersebut, yang kini telah memiliki izin edar P-IRT dan sertifikasi halal, tidak dijual secara umum di toko-toko."Saya jual ke personal, terutama ke teman-temannya Atha yang sama-sama berkebutuhan khusus. Karena mereka juga membutuhkan madu yang asli, yang benar-benar asli," terangnya.Menurut dia, madu, terutama yang dari lebah liar, barangnya terbatas.Ia memprioritaskan pelanggannya yang merupakan orang tua anak berkebutuhan khusus karena mereka benar-benar membutuhkan madu murni untuk menjaga kesehatan anak-anak mereka.Komunitas sesama orang tua anak berkebutuhan khusus menjadi jaringan pemasaran utamanya, menunjukkan bagaimana sebuah kebutuhan pribadi dapat bertransformasi menjadi bisnis yang membawa manfaat.Atha Dzaky Kartiko (11), yang kini duduk di kelas 5 SD inklusi di SD Negeri Trangkil 06, merupakan inspirasi utama di balik kegigihan Yuli.Yuli mengenang momen syok sekaligus penemuan jati diri sebagai ibu saat Atha didiagnosis Down Syndrome di usia 35 hari.
(prf/ega)
Madu dan Cinta Ibu untuk Anak Down Syndrome: Yuli Jadi Penolong Sesama Orangtua Anak Istimewa
2026-01-12 03:54:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:20
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:35
| 2026-01-12 02:29










































