- Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan kerugian ekonomi akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp 68,67 triliun.Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, menjelaskan estimasi ini diperoleh dari hasil pemodelan tim Celios menggunakan data per 30 November 2025.Kerugian tersebut mencakup kerusakan rumah penduduk, penurunan pendapatan rumah tangga, kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, serta kehilangan produksi lahan pertanian yang terendam banjir dan longsor.Baca juga: Beredar Kabar Bibit Siklon 91S Dekati Sumatera lalu Disusul 92S, BMKG Ungkap DampaknyaSecara spesifik, Celios mencatat provinsi yang mengalami kerugian terbesar adalah Aceh dengan Rp 2,2 triliun, kemudian Sumatera Utara sebesar Rp 2,07 triliun, dan Sumatera Barat sebesar Rp 2,01 triliun.Bhima menyebut, bencana ekologis tersebut dipicu oleh alih fungsi lahan, terutama akibat deforestasi untuk perkebunan sawit dan aktivitas pertambangan.“Sementara sumbangan dari tambang dan sawit bagi provinsi Aceh, misalnya, tak sebanding dengan kerugian akibat bencana yang ditimbulkan,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis .Aceh bahkan tercatat mengalami kerugian Rp 2,04 triliun, lebih besar dibandingkan pendapatan negara dari PNBP tambang di Aceh yang hanya mencapai Rp 929 miliar per 31 Agustus 2025.Sumbangan DBH Sawit Aceh sebesar Rp 12 miliar dan DBH Minerba Rp 56,3 miliar juga jauh lebih kecil dibanding kerugian akibat banjir.Karena itu, Celios mendesak pemerintah untuk segera menetapkan moratorium izin tambang dan perluasan perkebunan sawit, serta mulai beralih menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan restoratif.“Tanpa perubahan struktur ekonomi, bencana ekologis akan berulang dengan kerugian ekonomi yang semakin besar,” jelasnya.Selain itu, Bhima juga menyoroti penurunan proporsi hutan Indonesia terhadap luas daratan. Forest rent (persentase terhadap PDB) turun dari 0,81 persen (2000) menjadi 0,42 persen (2021).Penurunan ini menunjukkan melemahnya kontribusi hutan akibat konversi lahan, yang meningkatkan risiko hilangnya fungsi ekologis hutan meski pertumbuhan ekonomi tetap didorong sektor lain.Baca juga: Ada 500 Ton Lebih Bantuan dari Warga yang JNE Bantu Kirim ke Korban Bencana SumateraCelios menghitung 5 jenis kerugian di tiga provinsi tersebut, di antaranya:Selain itu, kerugian ekonomi akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya merusak infrastruktur dan aktivitas masyarakat, tetapi juga memberikan tekanan signifikan pada beberapa subsektor utama perekonomian.Total kerugian materi mencapai sekitar Rp 2,2 triliun, yang berasal dari tiga subsektor paling terdampak di tiga provinsi tersebut.
(prf/ega)
Celios: Kerugian Ekonomi Bencana Sumatera Capai Rp 68,67 Triliun
2026-01-12 05:04:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:01
| 2026-01-12 04:44
| 2026-01-12 03:51










































