BANDUNG, — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengomentari video viral demonstrasi sejumlah pekerja perkebunan teh yang memprotes pengalihan lahan teh menjadi pertanian sayuran di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.Dalam video yang beredar, para pekerja perkebunan mengungkapkan protes mereka terhadap penyerobotan lahan dengan memotong tanaman teh.Peristiwa ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada 22 April 2025, aksi serupa juga dilakukan oleh pekerja perkebunan teh.Video aksi protes tersebut menarik perhatian banyak pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengunggah video di akun Instagram pribadinya pada Kamis .Baca juga: Tolak Alih Fungsi Kebun Teh Pangalengan, PTPN: Mau Panen, Pohon Sudah HilangDalam video tersebut, Dedi Mulyadi meminta Kapolda Jawa Barat untuk menyelesaikan dugaan penyerobotan lahan di perkebunan teh Pangalengan dan meminta Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk segera mengambil tindakan.Aksi demonstrasi ini dilakukan oleh Serikat Pekerja Perkebunan Teh Korwil Cinyiruan dan Kertasari di lokasi kebun teh yang ditebang oleh penjarah. Mereka menolak upaya pengalihan lahan dan melakukan unjuk rasa di pabrik teh Malabar untuk menuntut perlindungan dari PTPN serta tindakan tegas untuk menghentikan penyerobotan kebun teh.Camat Pangalengan Vena Andriawan mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa oknum yang merusak kebun teh berusaha beralih ke usaha pertanian sayuran."Kembali terjadi okupasi kebun teh. Praktik itu menyebabkan lahan garapan pemetik teh kian berkurang. Pemetik teh menuntut perkebunan (PTPN) memberikan perlindungan supaya bisa bekerja dengan aman," ujar Vena melalui sambungan telepon pada Kamis .Selain itu, pemetik teh juga menuntut peningkatan kesejahteraan dan meminta pihak perkebunan untuk mengambil langkah tegas menghentikan praktik okupasi oleh pihak tertentu atas kebun teh.Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PTPN I Regional 2 untuk menangani masalah ini.Menurut informasi yang diterima, PTPN kekurangan personel untuk mengawasi dan mencegah pengalihan kebun teh menjadi lahan pertanian."Oknum melakukan perbuatan diam-diam, di tengah malam. Petugas (PTPN) mengontrol atau melakukan pengamanan di blok A, tetapi blok lain dijarah. Kami mendengar bahwa kekurangan personel membuat PTPN kesulitan mengontrol total luas lahan yang sekitar 6.000 hektar," jelasnya.Baca juga: Kereta Jadi Andalan Publik, Dedi Mulyadi Ungkap Komitmen Kembangkan Perkeretaapian JabarVena menambahkan bahwa sekitar 60 hektar kebun teh di wilayah setempat telah terokupasi, dengan kondisi tersebut tersebar di beberapa titik.Beberapa waktu lalu, pihaknya bersama PTPN dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Pangalengan sempat menanami bibit teh pada lahan yang terokupasi, namun pihak yang tidak bertanggung jawab kembali merusaknya.
(prf/ega)
Viral di Medsos, Dedi Mulyadi Soroti Perusakan Kebun Teh Pangalengan
2026-01-11 14:35:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:15
| 2026-01-11 13:19
| 2026-01-11 13:09
| 2026-01-11 12:29










































