Rumah Kaktus Ciater Subang: Hobi yang Jadi Bisnis Beromzet Jutaan, Kini Koleksi Ratusan Jenis

2026-01-14 17:55:54
Rumah Kaktus Ciater Subang: Hobi yang Jadi Bisnis Beromzet Jutaan, Kini Koleksi Ratusan Jenis
SUBANG, - Kaktus hias mini adalah tanaman kaktus yang dibudidayakan untuk keindahan bentuk, warna, dan bunganya.Tanaman ini sangat populer karena mudah dirawat dan cocok untuk hiasan rumah maupun kantor.Kaktus hias mini juga banyak di budidayakan oleh masyarakat umum khususnya pencinta kaktus. Salah satunya diantaranya Ari Prayoga(45) salah seorang pria asal Ciater Subang, yang sejak tahun 2018 telah melakukan Budidaya Kaktus hias.Hingga saat ini koleksinya sudah mencapai ratusan. Bahkan kaktus hias mini tersebut tak hanya dibudayakan selama bertahun-tahun tapi juga di diperjualbelikan kepada masyarakat umum yang hobi tanaman hias jenis kaktus.Baca juga: 6 Tanaman Bunga yang Bisa Menyuburkan Kebun TomatAri Prayoga mengaku, dirinya membudidaya Kaktus hias berawal dari hobi, lama kelamaan tak terasa koleksi hasil budidayanya semakin banyak. Hingga akhirnya Ari Prayoga memutuskan untuk membuka gerai Rumah Kaktus Ciater di Desa Ciater RT 12/03 Kecamatan Ciater Kabupaten Subang."Di Rumah Kaktus Ciater ini ada ratusan jenis kaktus hias, hasil budidaya saya dan siap di jual dengan harga mulai Rp 10.000 sampai Rp 300.000 per pot," ujar Ari Prayoga, kepada Kompas.com, Sabtu siang.Menurutnya, budidaya kaktus hias mini sangat menyenangkan, kaktus banyak jenisnya, bentuknya unik, cantik dan berwarna-warni.Baca juga: Jangan Asal, Ini 6 Aturan Menata Tanaman Hias di Ruang Tamu "Walaupun kaktus berbunga hanya sekali dalam setahun, tetapi bunga mereka sangat indah dan mencolok, memberikan sentuhan warna yang cerah pada tanaman," katanya.Selain itu kaktus hias mini, desainnya sangat unik, duri yang dimiliki kaktus juga memberi kesan artistik dan menarik."Batangnya yang tebal dan berbentuk unik seringkali memberikan tampilan yang elegan dan eksotis. Bahkan saya punya kaktus bulat seukuran bola sepak yang saya budidayakan dari biji sudah berusia 8 tahun," ucapnya.Ahya Nurdin Caption: Ari Prayoga pembudidaya Kaktus Hias Mini menunjukan beberapa koleksinya yang siap di jual. (Foto: Kompas.com/Ahya Nurdin)Dikatakan Ari, saat ini bisnis Kaktus hias mini memang sangat menurun peminatnya, beda dengan pada waktu pandemi Covid."Waktu pandemi Covid banyak sekali pembeli Kaktus hias mini, bahkan omset perbulannya mencapai belasan juta, tapi sekarang menurun drastis, bisa dapat dan laku Rp 100.000 perhari juga masih untung," ungkapnya.Lanjut Ari, sekalipun peminat atau pembeli Kaktus hias mini menurun drastis, dirinya tetep akan menekuni bisnis dan budidaya kaktus hias mini ini.Baca juga: Cara Mengatasi Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai, Tak Perlu Pestisida"Intinya saya hobi budidaya kaktus hias mini, jadi sekalipun peminat dan pembelinya menurun tapi akan tetep dijalani," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 17:28