Anak Gajah Ditemukan Terluka Parah Akibat Jerat di Areal HTI Kawasan TNTN di Riau

2026-01-12 07:04:55
Anak Gajah Ditemukan Terluka Parah Akibat Jerat di Areal HTI Kawasan TNTN di Riau
PEKANBARU, - Seekor anak gajah sumatera liar ditemukan terluka akibat kena jerat di Hutan Tanaman Industri (HTI) kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau.Tim Rescue Wildlife Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau diturunkan untuk memberikan pertolongan kepada anak gajah tersebut.Kepala BBKSDA Riau, Supartono mengatakan, anak gajah tersebut berjenis kelamin betina yang masih berusia sekitar 2 tahun. Gajah ini memiliki bobot badan sekitar 400 kilogram dan tinggi badan 178 sentimeter. Akibat tali jerat itu, kaki kanannya terluka parah. Baca juga: 4 Gajah yang Bantu Evakuasi Banjir di Pidie Jaya Aceh Diistirahatkan, Kondisinya Dipastikan Sehat"Anak gajah liar ini ditemukan terluka akibat jerat. Tali jerat dari nilon masih melekat di kaki kanannya yang menyebabkan luka cukup serius," kata Supartono kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Kamis malam.Supartono menjelaskan, pihaknya mendapat laporan anak gajah terluka kena jerat, pada Senin .Baca juga: Kemenhut Buka Suara Soal Peran Gajah di Pidie Jaya: Prioritaskan Keselamatan Satwa dan WargaLokasi ditemukannya anak gajah itu di areal konsesi salah satu Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) atau salah satu perusahaan HTI yang berada di dalam kawasan TNTN di bagian Tenggara."Tim sempat melakukan pencarian. Tak lama kemudian ditemukan seekor anak gajah liar terpisah dari rombongan dan kondisinya terluka akibat jerat," kata Supartono.ANTARA FOTO/Irwansyah Putra Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang ditunggangi mahout membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin . Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah jinak untuk membantu membersihkan puing kayu yang menutupi rumah penduduk pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. Tim dokter hewan dan mahout terlebih dahulu melakukan pembiusan. Kemudian, melepaskan potongan tali jerat yang masih melekat pada kaki kanan anak gajah.Selanjutnya, dokter hewan melakukan pengobatan dengan memberikan terapi cairan agar tidak dehidrasi.Selain itu, diberikan vitamin untuk supportif kondisi tubuh, antibiotik untuk infeksi sekunder, antiradang dan antiinflamasi untuk peradangan serta penangan luka terbuka pada kaki kanan bagian depan.Baca juga: Nestapa Gajah SumateraSelama pemeriksaan, tim selalu siaga karena kelompok gajah liar hanya berjarak sekitar 1 kilometer."Setelah dilakukan 3 jam pengobatan, anak gajah liar itu dilepaskan kembali di lokasi semula, dengan harapan dapat bergabung kembali ke kelompoknya yang berada pada kantong Tesso Tenggara dengan perkiraan jumlah individu 30 ekor," kata Supartono.Beberapa hari kemudian, sebut dia, petugas melakukan pemantauan menggunakan drone dan pemantauan pergerakan di lapangan.Anak gajah tersebut akhirnya sudah bergabung dengan rombongannya. "Kita memberikan apresiasi kepada tim yang telah bekerja keras dengan hasil maksimal. Terimakasih juga kepada pihak yang telah membantu kelancaran pengobatan anak gajah liar tersebut," tambah Supartono.


(prf/ega)